Eden Hazard Bongkar Rahasia Sulitnya Menjadi Juara Piala Dunia, Belgia Masih Punya Peluang?

PALEMBANG, VIRALSUMSEL.COM – Menjelang bergulirnya FIFA World Cup 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, legenda sepak bola Belgia, Eden Hazard, membagikan pandangannya mengenai turnamen terbesar di dunia tersebut. Meski kini telah pensiun dari dunia sepak bola profesional, Hazard mengaku tetap mengikuti perkembangan sepak bola internasional dan akan menyaksikan Piala Dunia sebagai seorang penggemar.

Mantan kapten Timnas Belgia itu resmi mengakhiri karier profesionalnya pada tahun 2023. Setelah bertahun-tahun hidup dalam tekanan dan rutinitas sepak bola tingkat elite, Hazard kini menikmati kehidupan yang lebih santai dengan menghabiskan waktu untuk bersepeda, bermain padel, dan golf.

“Sekarang saya benar-benar mengambil jarak dari sepak bola. Dulu hampir 95 persen waktu saya dihabiskan untuk sepak bola, dan saya menikmatinya. Namun saat ini saya menjalani fase kehidupan yang berbeda,” ujar Hazard dalam wawancara eksklusif bersama FIFA.

Selama berkarier, Hazard sukses mengoleksi berbagai gelar bergengsi bersama klub-klub besar Eropa. Ia pernah membawa Lille meraih gelar Ligue 1 Prancis, memenangkan sejumlah trofi Premier League bersama Chelsea, hingga mengangkat trofi Liga Champions saat memperkuat Real Madrid.

Namun, menurut Hazard, pengalaman membela Belgia di ajang Piala Dunia tetap menjadi salah satu momen paling berkesan dalam kariernya.

Perjalanan Tiga Piala Dunia Bersama Belgia

Hazard pertama kali tampil di Piala Dunia saat edisi 2014 di Brasil. Kala itu Belgia berhasil mencapai babak perempat final sebelum disingkirkan Argentina yang diperkuat Lionel Messi.

Baca Juga :  Leon Goretzka Buka Suara: Jerman Datang ke Piala Dunia 2026 untuk Menebus Dosa Masa Lalu

Menurut Hazard, turnamen tersebut menjadi fondasi penting bagi perkembangan generasi Belgia yang saat itu mulai menunjukkan potensinya di panggung dunia.

Empat tahun kemudian, Belgia mencapai puncak performa mereka di Piala Dunia 2018 Rusia. Hazard tampil luar biasa sepanjang turnamen dan mengantarkan Belgia finis di posisi ketiga, pencapaian terbaik sepanjang sejarah sepak bola negara tersebut.

Dalam turnamen itu, Belgia sukses mengalahkan Jepang dan Brasil sebelum langkah mereka terhenti di semifinal setelah kalah tipis dari Prancis yang akhirnya menjadi juara dunia.

Hazard mengaku Piala Dunia 2018 menjadi periode terbaik dalam karier internasionalnya.

“Saya merasa berada dalam kondisi terbaik, baik secara fisik, mental, maupun kualitas permainan. Itu salah satu momen terbaik sepanjang karier saya,” ungkapnya.

Piala Dunia, Gelar yang Tidak Mudah Diraih

Meski Belgia memiliki banyak pemain bintang dan sering disebut sebagai “Generasi Emas”, Hazard menilai label tersebut bukanlah faktor penentu keberhasilan meraih trofi.

Menurutnya, memenangkan Piala Dunia jauh lebih sulit dibandingkan kompetisi lainnya karena membutuhkan konsistensi, mentalitas kuat, kualitas tim yang merata, serta sedikit faktor keberuntungan.

“Kami memang memiliki skuad yang sangat kuat saat itu. Banyak pemain bermain di klub-klub terbaik Eropa dan memenangkan berbagai gelar. Tetapi Piala Dunia adalah trofi yang sangat sulit dimenangkan. Kami punya peluang, tetapi pada akhirnya tidak berhasil mewujudkannya,” jelas Hazard.

Baca Juga :  AS Roma Kalahkan Parma 2-1, Tempel Ketat Napoli di Puncak Klasemen Serie A

Ia menambahkan bahwa pencapaian Belgia pada 2018 tetap menjadi kebanggaan besar bagi negara mereka meskipun gagal melangkah hingga final.

Prediksi Favorit Juara Piala Dunia 2026

Menjelang turnamen 2026, Hazard menilai beberapa negara memiliki peluang besar untuk menjadi juara dunia.

Menurutnya, Prancis dan Spanyol menjadi kandidat terkuat berdasarkan kualitas skuad serta performa yang mereka tunjukkan dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, Inggris dan Portugal juga dinilai memiliki peluang yang tidak kalah besar untuk bersaing memperebutkan trofi paling prestisius dalam dunia sepak bola.

Menariknya, Hazard juga memberikan perhatian khusus kepada Ekuador yang menurutnya berpotensi menjadi kuda hitam dan menciptakan kejutan besar di turnamen nanti.

Sementara untuk Belgia, Hazard optimistis generasi baru yang dipadukan dengan pengalaman pemain senior seperti Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku mampu memberikan perlawanan sengit di Grup G yang dihuni Mesir, Iran, dan Selandia Baru.

“Belgia memiliki kualitas terbaik di grup tersebut. Namun pertandingan pertama selalu sulit. Saya yakin tim ini dapat bermain lebih lepas karena tekanan terhadap mereka tidak sebesar pada 2018 maupun 2022,” tutup Hazard. (fifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *