PALEMBANG, viralsumsel.com – Kompetisi Liga 4 Zona Sumatera Selatan (Sumsel) musim 2026 dipastikan akan mulai bergulir pada Minggu, 25 Januari 2026. Sebanyak enam klub dipastikan ambil bagian dalam ajang ini dan siap bersaing memperebutkan tiket prestasi di level regional.
Enam tim yang akan berlaga yakni SIFA FC, UNSRI United, David FC, PS TRIA, Porsiba FC Tanjung Enim, dan Persegrata. Kehadiran klub-klub tersebut menghadirkan warna tersendiri, karena masing-masing memiliki latar belakang dan kekuatan yang berbeda.
Salah satu tim yang cukup menyita perhatian adalah SIFA FC, klub yang dimiliki oleh RS Siti Fatimah Palembang. Klub ini dipimpin langsung oleh Direktur RS Siti Fatimah yang juga menjabat CEO SIFA FC, dr. Syamsuddin Isaac Suryamanggala, Sp.OG., MARS. Diketahui, dr. Syamsuddin merupakan menantu dari Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, sekaligus suami dari almarhumah Percha Leanpuri.
Pada Liga 4 musim ini, SIFA FC mempercayakan kursi pelatih kepada Jarot, sosok pelatih lokal Sumsel yang dikenal berpengalaman menangani klub daerah.
Sementara itu, UNSRI United merupakan klub binaan Universitas Sriwijaya. Klub ini sebelumnya dikenal dengan nama FISIP UNSRI United. UNSRI United bermarkas di Lapangan Sepak Bola Politeknik UNSRI dan musim ini ditangani oleh Reza Resah Pratama, pelatih yang musim lalu sempat menukangi Bhayangkara Sriwijaya Palembang.
Nama David FC juga kembali meramaikan persaingan. Klub ini dimiliki oleh wartawan senior M. David, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Sriwijaya FC sebelum akhirnya nonaktif. David FC dikenal cukup konsisten dan eksis dalam beberapa musim terakhir di Liga 4 Zona Sumsel.
Dari wilayah Tanjung Enim, Porsiba FC hadir sebagai salah satu tim unggulan. Klub binaan PT Bukit Asam (PTBA) ini dinilai sebagai salah satu kandidat kuat juara musim ini. Porsiba FC ditangani oleh legenda Sriwijaya FC, Wijay, yang diharapkan mampu membawa pengalaman dan mental juara ke dalam tim.
PS TRIA juga kembali ambil bagian di Liga 4. Klub ini dikenal cukup aktif dan pada musim lalu sempat berkolaborasi dengan klub asal OKU Timur, yang memberi pengalaman tambahan dalam pengembangan tim.
Sementara itu, Persegrata yang bermarkas di Talang Kelapa, Alang-alang Lebar, tampil dengan pendekatan berbeda. Tim asuhan Yoyon Supriono ini tidak memasang target tinggi dan lebih fokus pada pembinaan, dengan mengandalkan para alumni SSB Persegrata.
Menariknya, pada Liga 4 Zona Sumsel musim ini tidak diikuti juara bertahan PS Palembang maupun runner-up musim lalu KMP Bumara FC, sehingga persaingan diprediksi akan semakin terbuka dan kompetitif. (bbs)












