Herman Deru Dorong APDESI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Desa, Siapkan Peta Digital hingga Perangi Narkoba

PALEMBANG, viralsumsel.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menegaskan pentingnya peran kepala desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah.

Karena itu, ia meminta Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih Sumsel untuk terus memperkuat organisasi dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di pedesaan.

Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat menerima audiensi pengurus APDESI Merah Putih Sumsel di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Kamis (18/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua APDESI Merah Putih Sumsel Mulyanto menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih dari 2.856 kepala desa di Sumsel kepada Gubernur Herman Deru atas penyaluran dana Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) Tahun Anggaran 2025 yang telah diterima pemerintah desa.

Menurut Mulyanto, dana tersebut memberikan manfaat besar bagi penyelenggaraan pemerintahan desa, termasuk mendukung operasional pemerintahan, kegiatan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga pelaksanaan pembangunan desa yang dilakukan secara swakelola.

Ia memastikan seluruh penggunaan anggaran akan dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku melalui koordinasi bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sumsel.

“Kami berkomitmen menyelesaikan seluruh laporan keuangan dengan baik dan tepat waktu melalui koordinasi bersama Dinas PMD,” ujarnya.

Mulyanto juga menegaskan kesiapan APDESI untuk mendukung berbagai program prioritas Pemerintah Provinsi Sumsel dalam rangka mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Sementara itu, Herman Deru mengingatkan pentingnya penguatan organisasi APDESI hingga ke tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Menurutnya, keberadaan DPC memiliki posisi strategis karena memiliki hak suara dalam berbagai agenda organisasi di tingkat nasional.

Baca Juga :  Antisipasi Covid-19, Deru Larang Kepala Daerah Dinas Luar

Karena itu, ia meminta seluruh DPC APDESI di kabupaten dan kota agar aktif menjalankan roda organisasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat desa secara kolektif.

“Organisasi harus dijalankan dengan baik karena memiliki peran penting dalam menyampaikan aspirasi. Ketika aspirasi disuarakan melalui organisasi, kekuatannya tentu lebih besar dibandingkan disampaikan secara individu,” kata Herman Deru.

Selain memperkuat organisasi, Herman Deru juga meminta para kepala desa untuk aktif mengidentifikasi berbagai persoalan yang masih terjadi di wilayah masing-masing. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah batas wilayah desa yang hingga kini masih menimbulkan permasalahan di sejumlah daerah.

Menurutnya, perubahan kondisi alam dan hilangnya penanda batas tradisional membuat sejumlah wilayah mengalami kesulitan dalam menentukan batas administrasi desa secara pasti.

“Dulu batas desa ditandai oleh sungai atau pohon-pohon besar. Sekarang kondisi sudah berubah. Banyak sungai yang bergeser dan pohon-pohon penanda sudah tidak ada lagi. Ini harus segera dicarikan solusinya,” jelasnya.

Tak hanya itu, Herman Deru juga menyoroti persoalan data masyarakat miskin yang dinilai masih menjadi tantangan dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Ia menilai diperlukan validasi data yang lebih akurat agar program bantuan dapat tepat sasaran.

Baca Juga :  Liga 2 : Sriwijaya FC Siapkan Formasi Berbeda Hadapi Persiraja, Lebih Garang?

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Herman Deru mendorong percepatan penyusunan peta desa digital di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Menurutnya, digitalisasi data desa akan menjadi terobosan penting dalam mendukung perencanaan pembangunan yang lebih efektif dan terukur.

“Kita harus mulai membangun peta desa digital. Ini menjadi langkah maju yang dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan administrasi dan pembangunan desa,” tegasnya.

Di sisi lain, Herman Deru juga mengingatkan seluruh kepala desa agar selalu menjunjung tinggi prinsip transparansi dalam pengelolaan keuangan desa. Menurutnya, keterbatasan ruang fiskal saat ini harus disikapi dengan tata kelola anggaran yang efektif, akuntabel, dan bertanggung jawab.

Ia menegaskan bahwa jabatan kepala desa merupakan amanah besar karena memiliki tiga peran sekaligus, yakni sebagai pemimpin pemerintahan, pemimpin masyarakat, dan pelayan masyarakat.

Menutup arahannya, Herman Deru meminta APDESI turut mengambil peran aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk mengantisipasi potensi meningkatnya tindak kriminalitas akibat tekanan ekonomi. Ia juga mengajak seluruh kepala desa untuk menjadi garda terdepan dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memerangi peredaran narkoba yang masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat pedesaan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, maju, dan sejahtera. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *