BANYUASIN, VIRALSUMSEL.COM – Anggota MPR RI/DPD RI Hj. Eva Susanti, S.E., M.M., kembali turun langsung ke tengah masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Banyuasin.
Kali ini, kegiatan berlangsung di kediaman Ibu Asni, Jalan Talang Keramat RT 06/RW 02, Kelurahan Keramat Raya, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Minggu (27/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi langsung antara wakil rakyat dan masyarakat untuk memperkuat pemahaman mengenai nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara. Suasana kegiatan berlangsung sederhana, akrab, dan penuh kekeluargaan.
Dalam kesempatan itu, Eva Susanti mengingatkan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI perlu terus ditanamkan dan diperkuat, terutama mulai dari lingkungan keluarga serta komunitas masyarakat.
Empat Pilar MPR RI mencakup Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Menurut Eva, nilai-nilai tersebut tidak seharusnya berhenti pada pemahaman secara teori. Lebih dari itu, nilai kebangsaan perlu diwujudkan melalui perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai kebangsaan harus kita rawat bersama. Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi bagaimana nilai-nilainya dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, hingga kehidupan bermasyarakat,” ujar Eva Susanti.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan keberagaman sebagai bagian dari kekuatan bangsa. Menurutnya, kehidupan sosial akan semakin kokoh apabila dibangun dengan sikap saling menghormati, toleransi, gotong royong dan musyawarah.
Eva Susanti Dorong Masyarakat Aktif Jaga Persatuan
Eva Susanti menilai masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga persatuan sekaligus membangun ketahanan sosial di lingkungan masing-masing.
Karena itu, menurutnya, Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tidak sebatas forum penyampaian materi. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog untuk mendengarkan pandangan dan aspirasi masyarakat secara langsung.
“Pertemuan seperti ini penting karena masyarakat dapat menyampaikan langsung berbagai pandangan dan aspirasinya. Kita ingin nilai-nilai kebangsaan tumbuh dari masyarakat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia menambahkan, keluarga menjadi salah satu lingkungan penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Penguatan nilai kebangsaan, kata Eva, membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, tidak hanya lembaga negara tetapi juga keluarga dan lingkungan sosial.
Dengan lingkungan keluarga yang menanamkan sikap saling menghormati, kepedulian, tanggung jawab dan kebersamaan, nilai-nilai kebangsaan diharapkan dapat tumbuh secara nyata dalam kehidupan generasi berikutnya.
Empat Pilar Bukan Sekadar Hafalan
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diajak melihat keterkaitan Empat Pilar MPR RI dengan berbagai persoalan dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Nilai Pancasila, misalnya, dapat diterapkan melalui sikap saling menghargai, membantu sesama, bergotong royong, mengutamakan musyawarah, serta menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara.
Sementara itu, pemahaman terhadap UUD NRI Tahun 1945 menjadi bagian dari kesadaran masyarakat mengenai kehidupan bernegara yang berlandaskan konstitusi dan hukum. MPR RI juga menempatkan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, sementara UUD NRI Tahun 1945 berkedudukan sebagai konstitusi negara.
Nilai persatuan dalam NKRI juga perlu terus dijaga. Di sisi lain, Bhinneka Tunggal Ika menjadi landasan untuk menyikapi keberagaman masyarakat Indonesia dengan tetap mengedepankan persatuan.
Pemahaman tersebut diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan sosialisasi selesai. Sebaliknya, nilai-nilai kebangsaan dapat diterapkan mulai dari lingkungan paling dekat, seperti keluarga, tetangga, hingga komunitas masyarakat.
Dialog Jadi Ruang Penyampaian Aspirasi
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan dialog bersama masyarakat. Peserta diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan, pandangan maupun berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan kebangsaan.
Forum tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan karena masyarakat tidak hanya menerima materi, tetapi juga dapat menyampaikan kondisi serta aspirasi yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing.
Komunikasi secara langsung seperti ini juga menjadi salah satu cara memperkuat hubungan antara masyarakat dengan wakil rakyat.
Melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kelurahan Keramat Raya, masyarakat diharapkan semakin memahami sekaligus menerapkan nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat persatuan, gotong royong, toleransi, musyawarah dan kepedulian sosial diharapkan terus tumbuh dari lingkungan terdekat.
Dengan demikian, Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tidak hanya menjadi forum edukasi kebangsaan, tetapi juga menjadi ruang dialog dan penyerapan aspirasi masyarakat secara langsung. (bbs/ion)






