BANYUASIN, VIRALSUMSEL.COM – Anggota DPD RI sekaligus anggota MPR RI, Hj. Eva Susanti, S.E., M.M., kembali melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada masyarakat.
Kali ini, kegiatan tersebut digelar bersama masyarakat di Jalan Kauman, Kompleks Griya Pesona Madani Blok B 17, RT 16/RW 06, Kelurahan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, pada 16 September 2026.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai nilai-nilai fundamental dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang mencakup Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika. MPR RI sendiri menggunakan istilah Sosialisasi Empat Pilar MPR RI untuk kegiatan penguatan keempat nilai tersebut.
Kegiatan di Talang Keramat dihadiri sejumlah unsur masyarakat, antara lain tokoh masyarakat Sandi Erlangga, tokoh agama Dr. Romli, tokoh pemuda, serta ibu-ibu Majelis Taklim.
Sementara itu, Dr. Hilmin hadir sebagai narasumber yang menyampaikan materi mengenai penerapan nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari.
Eva Susanti Tekankan Pentingnya Pengamalan
Dalam sambutannya, Eva Susanti menekankan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI perlu terus diperkuat di tengah masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan tidak cukup hanya dipahami secara teori maupun dihafalkan, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Empat Pilar bukan hanya untuk dipahami secara teori, tetapi harus kita implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Pancasila harus menjadi pedoman dalam bersikap, bermasyarakat, dan menyelesaikan berbagai persoalan dengan mengedepankan musyawarah serta kepentingan bersama,” ujar Eva Susanti.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman yang menjadi bagian dari kehidupan bangsa Indonesia.
“Keberagaman adalah kekuatan bangsa Indonesia. Karena itu, mari kita jaga persatuan, saling menghormati, dan membangun kehidupan masyarakat yang rukun. Jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah,” katanya.
Selain menyampaikan materi kebangsaan, Eva Susanti menilai kegiatan sosialisasi juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi secara langsung antara wakil rakyat dan masyarakat.
Menurutnya, pertemuan seperti ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana menyampaikan pemahaman mengenai Empat Pilar, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mendengar berbagai aspirasi serta persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya menyampaikan materi tentang Empat Pilar, tetapi juga mendengarkan aspirasi dan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat,” jelasnya.
Dr. Hilmin: Nilai Pancasila Harus Diterapkan
Dalam pemaparannya, Dr. Hilmin menjelaskan posisi dan fungsi masing-masing unsur dalam Empat Pilar MPR RI. Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, sedangkan Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan negara. Penjelasan tersebut sejalan dengan materi resmi MPR RI mengenai Empat Pilar MPR RI.
Ia menekankan bahwa penguatan nilai kebangsaan sebaiknya dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga dan komunitas masyarakat.
“Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan. Nilai-nilainya harus hadir dalam perilaku sehari-hari, seperti gotong royong, menghormati perbedaan, bermusyawarah, menjaga keadilan, dan membangun kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.
Menurutnya, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta kaum perempuan memiliki peran dalam membangun ketahanan sosial dan menjaga kerukunan di lingkungan masyarakat.
Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif dan sesi tanya jawab. Masyarakat diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan, pandangan, maupun aspirasi yang berkaitan dengan persoalan sosial dan kehidupan kebangsaan.
Tokoh masyarakat Sandi Erlangga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi Empat Pilar menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan sekaligus berkomunikasi langsung dengan wakil rakyat.
Kehadiran berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda hingga ibu-ibu Majelis Taklim, turut memberikan ruang diskusi yang lebih luas dalam kegiatan tersebut.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami sekaligus menerapkan nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai tersebut dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjaga toleransi, mengedepankan musyawarah, memperkuat gotong royong, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Dengan demikian, Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tidak sekadar menjadi kegiatan penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang edukasi kebangsaan, dialog, dan penyerapan aspirasi masyarakat yang mempertemukan wakil rakyat dengan konstituennya. (bbs/ion)






