PALEMBANG, viralsumsel.com – Antusiasme terhadap ajang Info Franchise and Business Concept Expo 2026 Palembang terus menunjukkan tren positif. Memasuki penyelenggaraan tahun keenam di Palembang, pameran ini menghadirkan peserta yang semakin beragam, mencakup sektor kuliner, ritel, jasa, hingga pendidikan.
Head of Public Relations PT Neo Expo Promosindo, Fredy Ferdianto, mengungkapkan bahwa dominasi peserta masih berasal dari sektor kuliner. Sekitar 60 persen tenant berasal dari bisnis makanan dan minuman, sementara sisanya berasal dari sektor ritel, jasa, dan pendidikan.
Menurutnya, tingginya partisipasi pelaku usaha kuliner menjadi indikator bahwa sektor ini masih memiliki daya tarik kuat di tengah masyarakat.
“Mayoritas peserta berasal dari sektor kuliner. Ini menunjukkan bahwa bisnis makanan masih menjadi pilihan utama karena peluang pasarnya yang luas,” ujarnya dengan penekanan berbeda.
Tak hanya menghadirkan peluang usaha, penyelenggara juga berupaya memberikan kemudahan bagi calon pelaku usaha melalui layanan pendukung di lokasi pameran. Untuk itu, IFBC menggandeng Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu serta Kementerian Hukum dan HAM guna membantu pengurusan legalitas usaha secara langsung.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses perizinan sekaligus mendorong pelaku usaha untuk menjalankan bisnis secara resmi dan berkelanjutan.
“Kami ingin memberikan kemudahan bagi pengunjung yang serius ingin berbisnis. Semua bisa diurus langsung di lokasi, mulai dari konsultasi hingga pengajuan legalitas,” tambah Fredy.
Sementara itu, Board Advisor Asosiasi Franchise Indonesia, Jahja B Soenardjo, menilai Sumatera Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan kewirausahaan. Hal ini sejalan dengan target pemerintah daerah dalam mencetak 100.000 wirausahawan muda.
Ia menegaskan bahwa pihaknya siap menjadi mitra strategis, baik di tingkat daerah maupun nasional, dalam memperkuat ekosistem UMKM berbasis kemitraan.
Menurut Jahja, model bisnis waralaba menjadi salah satu solusi efektif bagi masyarakat yang ingin memulai usaha dengan risiko yang lebih terukur. Sistem yang telah terstandarisasi dinilai memudahkan pelaku usaha, terutama pemula, dalam menjalankan bisnis.
“Model franchise memberikan kemudahan karena sistemnya sudah terbentuk. Ini sangat cocok bagi ibu rumah tangga atau masyarakat yang ingin memiliki usaha tambahan untuk menopang ekonomi keluarga,” jelasnya.
Ia juga menyatakan dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mencetak “100.000 Sultan Muda”, yang bertujuan melahirkan wirausahawan baru di daerah.
Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap bisnis franchise, IFBC Expo 2026 diharapkan menjadi katalisator dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan sektor UMKM. (ren)






