Feby Herman Deru Ajak Kader PKK Sumsel Jadi “Pagar” Keluarga, Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual

PALEMBANG, viralsumsel.com – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Feby Herman Deru mengajak seluruh kader TP PKK di daerah tersebut memperkuat peran sebagai “pagar” keluarga dalam melindungi anak dari berbagai ancaman, khususnya kekerasan seksual.

Ajakan itu disampaikan Feby saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Pokja I se-Sumsel dengan tema sosialisasi “Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual”, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran TP PKK kabupaten dan kota se-Sumsel. Para kader diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama hingga tingkat desa dan kelurahan.

Menurut Feby, perlindungan terhadap anak tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah maupun lembaga tertentu. Keluarga dan lingkungan sekitar memiliki posisi penting dalam mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak.

Karena itu, ia meminta kader PKK tidak berhenti pada pemahaman materi dalam kegiatan sosialisasi, tetapi turut meneruskannya kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

Feby menilai kader PKK memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat sehingga pesan mengenai perlindungan anak dapat disampaikan secara lebih mudah dan menyentuh kehidupan sehari-hari keluarga.

Ia berharap para kader dapat memberikan pemahaman kepada para orang tua mengenai langkah-langkah pencegahan kekerasan seksual sekaligus membangun kesadaran agar anak mendapatkan lingkungan yang aman.

Selain perlindungan dari kekerasan seksual, Feby juga menyoroti pentingnya pola pengasuhan yang tepat. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat informasi mengenai parenting semakin mudah ditemukan, terutama melalui media sosial.

Baca Juga :  Stop Judi Online! Lindungi Masa Depan, Wujudkan Masyarakat Muba yang Sejahtera

Namun, kemudahan memperoleh informasi tersebut harus dibarengi dengan kemampuan orang tua dalam memilih informasi yang benar dan sesuai dengan kebutuhan anak.

Feby mendorong para kader PKK ikut mengedukasi masyarakat mengenai pola asuh yang sehat, termasuk memilah praktik pengasuhan yang layak diterapkan dan menghindari pola yang justru dapat memberikan dampak negatif bagi perkembangan anak.

“Informasi mengenai parenting sekarang sangat mudah ditemukan di media sosial. Karena itu, orang tua harus memiliki kemampuan untuk menyaring mana yang baik untuk diterapkan dan mana yang sebaiknya tidak diikuti,” kata Feby dalam arahannya.

Perhatian Feby juga tertuju pada penggunaan media sosial dan perangkat gawai oleh anak. Ia mengingatkan bahwa teknologi memiliki manfaat sekaligus risiko sehingga penggunaan gawai perlu mendapatkan pendampingan dari orang tua.

Menurutnya, orang tua tidak cukup hanya memberikan perangkat kepada anak, tetapi juga perlu mengetahui bagaimana dan untuk apa teknologi tersebut digunakan.

Pembatasan penggunaan gawai dinilai menjadi salah satu bentuk pengawasan yang dapat dilakukan keluarga. Pendampingan orang tua juga diperlukan agar anak tidak mudah terpapar konten yang tidak sesuai dengan usia maupun perkembangannya.

Feby kemudian mengajak para ibu dan kader PKK untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Ia meminta masyarakat tidak bersikap acuh apabila menemukan situasi yang berpotensi mengancam keselamatan maupun perkembangan anak.

Baca Juga :  Wagub Sumsel Cik Ujang Safari Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Salurkan Bantuan dan Siapkan Hewan Kurban

Kepekaan terhadap lingkungan, kata dia, merupakan bagian penting dari upaya menciptakan sistem perlindungan anak yang dimulai dari keluarga.

Selain isu perlindungan anak, Feby turut mengingatkan kader mengenai sejumlah persoalan sosial lainnya. Memasuki musim kemarau, ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Para kader juga diminta ikut memberikan pemahaman kepada keluarga mengenai ancaman judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol). Kedua persoalan tersebut dinilai perlu menjadi perhatian karena dapat memberikan dampak terhadap kehidupan keluarga, termasuk anak-anak.

Melalui kegiatan peningkatan kapasitas Pokja I tersebut, TP PKK Sumsel mendorong kader memiliki kemampuan yang semakin kuat dalam menjalankan fungsi edukasi di tengah masyarakat.

Peran kader diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Dengan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, keluarga diharapkan semakin memahami pentingnya menciptakan ruang aman bagi anak, mulai dari pola pengasuhan, penggunaan teknologi, hingga kepekaan terhadap kondisi lingkungan.

Pada akhirnya, keluarga diharapkan menjadi benteng pertama sekaligus tempat paling aman bagi anak untuk tumbuh, berkembang, belajar, dan membangun masa depan.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari penguatan peran TP PKK Sumsel dalam mendorong terciptanya lingkungan keluarga yang lebih aman dan responsif terhadap berbagai ancaman yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya