Hati-Hati! Pasar Mobil Bekas Makin Ramai, Modus Penipuan Juga Makin Rapi

Keuntungan dan Tips Menjual Mobil Bekas Dengan Benar. Foto : viralsumsel.com
Keuntungan dan Tips Menjual Mobil Bekas Dengan Benar. Foto : viralsumsel.com

 

 

viralsumsel.com, JAKARTA– Pasar mobil bekas masih menjadi surga bagi banyak pencari kendaraan karena harganya ramah kantong dan pilihannya sangat beragam. Namun di balik keramaian transaksi itu, ada jebakan yang mengintai pembeli yang kurang waspada mulai dari odometer palsu sampai mobil bekas terendam banjir yang disulap seolah mulus tanpa cela.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) kembali mengingatkan trik-trik penipuan di pasar kendaraan seken tidak pernah benar-benar hilang. Polanya tetap sama, hanya kemasannya yang dibuat lebih meyakinkan seiring waktu.

“Pola penjualan kendaraan bekas itu sebenarnya berulang setiap tahun. Bentuknya sama, hanya dibalut agar terlihat meyakinkan bagi pembeli yang kurang berpengalaman,” ujar Staf Pengaduan YLKI, Arianto Harefa.

Baca Juga :  KAI dan DJKA Perkenalkan Gapeka 2025, Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Konektivitas Antarwilayah

Menurut Arianto, sebagian besar laporan yang masuk ke YLKI berkisar pada kondisi kendaraan yang tidak sesuai kenyataan. Manipulasi kilometer, riwayat banjir yang disembunyikan, hingga kerusakan mesin yang dipoles agar tidak terlihat saat test drive, semuanya masih menjadi keluhan klasik yang terus terjadi.

YLKI menegaskan, calon pembeli tidak boleh hanya percaya pada iklan manis atau obrolan via telepon. Pemeriksaan langsung wajib dilakukan.

“Kami selalu menyarankan konsumen mengecek unit secara langsung dan diteliti lebih detail,” kata Arianto.

Selain fisik kendaraan, konsumen perlu memperhatikan tahun produksi dan jarak tempuh yang masuk akal. Banyak mobil tua yang tiba-tiba punya kilometer super rendah, sebuah tanda bahaya yang sering diabaikan.

Baca Juga :  Catat Jadwal Pemesanan Tanggal Favorit Libur Lebaran 2026, Tiket KA Mulai Dijual 25 Januari

Bagian terpenting lainnya adalah kesehatan mesin. Arianto menyarankan pembeli membawa mekanik independen atau menggunakan jasa inspeksi profesional untuk memastikan mobil benar-benar layak jalan dan tak menyimpan bom waktu kerusakan.

YLKI berharap edukasi ini dapat mencegah kerugian besar di kemudian hari. Dengan sikap teliti, pemeriksaan menyeluruh, serta tidak tergesa-gesa mengambil keputusan, konsumen bisa terhindar dari modus penipuan yang terus berulang dalam bisnis mobil bekas. (mel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *