PALEMBANG, viralsumsel.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru mengajak seluruh orang tua menjadikan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat pendidikan karakter anak melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 yang digelar di Griya Agung Palembang, Senin (3/8/2026).
Dalam sambutannya, Herman Deru mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya peringatan Hari Anak Nasional, mulai dari para sponsor, organisasi perempuan, hingga Komite III DPD RI yang membidangi urusan perempuan dan anak.
“Terima kasih kepada seluruh sponsor, organisasi wanita, dan Komite III DPD RI yang telah membuat anak-anak bergembira. Mungkin terlihat sebagai perbuatan kecil, tetapi maknanya sangat besar karena hari ini kita berupaya menjadikan mereka anak-anak yang paling bahagia,” ujarnya.
HAN Momentum Persiapkan Generasi Indonesia Emas 2045
Herman Deru menegaskan, Hari Anak Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh orang tua, keluarga, serta lingkungan sekitar bahwa membangun karakter anak merupakan tanggung jawab bersama.
Menurutnya, setiap orang tua tentu menginginkan anak-anaknya berhasil, meskipun ukuran keberhasilan setiap keluarga berbeda sesuai minat, bakat, dan potensi masing-masing.
“Tidak ada satu pun orang tua yang tidak ingin anaknya berhasil. Tugas kita adalah mempersiapkan mereka menghadapi masa depan yang terus berubah,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa target Indonesia Emas 2045 tinggal sekitar 19 tahun lagi. Anak-anak yang saat ini tumbuh akan menjadi generasi yang memimpin dan mengisi berbagai profesi strategis di masa depan.
Karena itu, Herman Deru menilai pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi semata.
Akhlak dan Mental Harus Menjadi Prioritas
Menurut Herman Deru, pendidikan moral, akhlak, dan mental yang kuat harus menjadi pondasi utama dalam membentuk generasi penerus bangsa.
“Cukupkah hanya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi? Tidak cukup. Kita juga harus memberikan asupan moral. Secerdas apa pun seseorang tanpa akhlak yang baik tidak akan ada gunanya. Sebaliknya, akhlak yang baik juga harus dibarengi mental yang kuat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar memberikan ruang kepada anak-anak untuk berkembang, bergaul, dan mengekspresikan kreativitasnya, namun tetap berada dalam pengawasan yang bijaksana.
“Berikan keleluasaan kepada anak untuk bergaul dan berimprovisasi. Jangan terlalu dikendalikan, tetapi juga jangan dilepas tanpa kendali,” pesannya.
Keteladanan Orang Tua Menjadi Kunci
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menekankan bahwa pembentukan karakter anak tidak cukup dilakukan melalui nasihat maupun teori, melainkan harus dimulai dari contoh yang diberikan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, salah satu karakter penting yang harus ditanamkan sejak dini adalah menjadi pribadi yang baik, rendah hati, dan tidak memiliki sifat iri terhadap orang lain.
“Didiklah anak-anak menjadi orang baik. Itu membutuhkan contoh, bukan sekadar teori. Salah satu ciri orang baik adalah tidak memiliki sifat iri. Karakter seperti inilah yang harus kita bangun sejak dini,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar keberhasilan anak tidak hanya diukur dari pencapaian materi, tetapi juga dari karakter, integritas, dan nilai-nilai kebaikan yang dimiliki.
“Saya selalu berpesan, didiklah anak-anak menjadi orang baik. Jangan ukur kesuksesan anak hanya dari target materi,” katanya.
Selain itu, Herman Deru meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak agar terus memperkuat sinergi dalam membangun karakter anak melalui berbagai program berkelanjutan.
“Saya minta OPD terkait terus membimbing anak-anak kita menjadi pribadi yang baik dengan memberikan keteladanan,” tandasnya.
Berbagai Kegiatan Edukatif Meriahkan HAN Sumsel 2026
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumsel, M. Zaki Aslam, mengatakan Hari Anak Nasional merupakan momentum penting untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi sekaligus memperkuat perlindungan terhadap anak sebagai investasi terbesar bangsa.
Menurutnya, rangkaian HAN 2026 di Sumatera Selatan diisi berbagai kegiatan edukatif, seperti sosialisasi pencegahan perundungan (bullying), pencegahan kekerasan terhadap anak, pemenuhan hak anak, hingga kegiatan yang mendorong pengembangan karakter, kreativitas, bakat, dan minat melalui pendidikan, seni, budaya, dan olahraga.
Peringatan HAN ke-42 Tingkat Provinsi Sumatera Selatan turut dihadiri Anggota DPD RI dr. H. Ratu Tenny Leriva HD, Ketua TP PKK Sumsel Hj. Feby Deru, Ketua BKOW Sumsel Hj. Lidyawati Cik Ujang, Ketua DWP Sumsel Desy Kasnayati Edward, Ketua KORMI Sumsel Hj. Samantha Tivani HD, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Acara berlangsung meriah dengan penampilan Drama Musikal Kampung Dongeng Sumsel, Suara Anak Sumsel, Forkesi Sumsel, Duo Little Angel, penyerahan hadiah lomba lukis gerabah, lomba video pendek, Senam Sapa, serta pemberian penghargaan kepada berbagai pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Hari Anak Nasional 2026. (win/ion)










