Sekayu, viralsumsel.com – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, resmi melakukan groundbreaking pembangunan jalan khusus angkutan batubara (hauling) sepanjang 10,46 kilometer milik PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC), Rabu (15/4/2026).
Proyek strategis ini berlokasi di Desa Beji Mulyo, Kecamatan Tungkal Jaya dan Desa Mangsang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin. Kehadiran jalan hauling ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi kemacetan, meningkatkan keselamatan pengguna jalan umum, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan apresiasi atas komitmen perusahaan dalam membangun infrastruktur yang mendukung aktivitas industri tanpa mengganggu kepentingan publik.

“Ini merupakan langkah nyata yang patut diapresiasi. Kita tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” ujarnya.
Solusi dari Persoalan Lama Angkutan Batubara
Herman Deru mengungkapkan, persoalan angkutan batubara yang melintas di jalan umum telah menjadi isu klasik di Sumatera Selatan. Sejak awal masa jabatannya pada 2018, ia telah menerbitkan kebijakan larangan truk batubara melintasi jalan umum melalui Peraturan Gubernur.
Kala itu, produksi batubara mencapai 68 juta ton per tahun dengan ribuan truk melintasi ratusan kilometer jalan umum, menyebabkan kemacetan parah hingga kerugian masyarakat.
Ia bahkan menyinggung sejumlah kejadian yang menjadi perhatian publik, mulai dari distribusi bahan pangan yang terganggu, kerugian pedagang, hingga keterlambatan layanan darurat yang berdampak fatal.

Namun, kebijakan tersebut sempat menuai pro dan kontra. Meski demikian, hasilnya kini mulai terlihat. Produksi batubara justru meningkat signifikan hingga mencapai 124 juta ton pada 2026, seiring penggunaan jalur khusus oleh perusahaan.
“Tidak ada perusahaan yang dirugikan. Justru produksi meningkat karena sistem distribusi lebih efisien,” tegasnya.
Hemat Anggaran dan Tingkatkan Keselamatan
Selain mengurangi kemacetan, pembangunan jalan hauling ini juga dinilai mampu menekan beban anggaran daerah. Selama ini, pemerintah harus mengalokasikan sekitar Rp400 miliar per tahun untuk pemeliharaan jalan yang rusak akibat angkutan batubara.
Dengan adanya jalur khusus, kerusakan jalan umum diharapkan dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat pengguna jalan.
Herman Deru juga menegaskan pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan, termasuk membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal. “Kita mendukung investasi, tetapi masyarakat sekitar harus mendapatkan manfaat nyata, terutama dalam hal lapangan kerja,” katanya.

Komitmen Perusahaan dan Dukungan Daerah
Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin, Toha Tohet, menyambut baik pembangunan jalan tersebut. Ia berharap proyek ini dapat memperkuat konektivitas wilayah serta meningkatkan perekonomian masyarakat.
Dari pihak perusahaan, Manager PT BSPC, Dipo Fitrah Ramadhan, menjelaskan bahwa jalan hauling ini memiliki panjang 10,46 kilometer dengan lebar sekitar 15 meter.
Sebagian besar jalur, yakni sekitar 83 persen, melintasi kawasan hutan. Namun, perusahaan telah mengantongi izin pinjam pakai kawasan hutan sejak 2023 serta tengah menyelesaikan proses adendum dokumen lingkungan. “Kami berkomitmen menjalankan proyek ini sesuai regulasi dan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya.
Selain itu, PT BSPC juga berencana mengoptimalkan kontribusi daerah dengan mendorong penggunaan kendaraan berpelat lokal, khususnya dari Kabupaten Musi Banyuasin.
Dorong Ekonomi dan Kolaborasi Berkelanjutan
Pembangunan jalan hauling ini diyakini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi distribusi batubara tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan proyek ini. Selain memperlancar arus logistik, proyek ini juga membuka peluang kerja serta meningkatkan aktivitas ekonomi di wilayah Tungkal Jaya dan Bayung Lencir.
Groundbreaking ditandai dengan pengoperasian alat berat oleh Gubernur Herman Deru bersama jajaran pemerintah daerah dan manajemen perusahaan, sebagai simbol dimulainya pembangunan infrastruktur strategis tersebut. (win)







