VIRALSUMSEL.COM, PALEMBANG – Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilul Hasanah merupakan salah satu pondok pesantren terbesar di Kabupaten Banyuasin. Bahkan di Sumatera Selatan (Sumsel). Pondok pesantren yang terletak di Desa Purwosari, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin ini didirikan oleh Almarhum Almaghfurlah KH. Muhammad Mudarris SM. yang telah berpulang kerahmatullah beberapa bulan yang lalu.
Pada 2020 lalu Pondok Pesantren Sabilul Hasanah mengikuti lomba Festival Ekonomi Syariah yang diadakan oleh Bank Indonesia (BI) Regional Sumatera. Dan akhirnya mendapatkan juara 1 pada perlombaan tersebut, sebagai salah satu pondok pesantren yang mengembangkan kegiatan perekonomian dengan masyarakat sekitar pesantren, melalui program laundry dan titip jual lauk di pesantren.
Sebagai penghargaan akhirnya Bank Indonesia Regional Sumatera Selatan memberikan salah satu hadiah program pemberdayaan ekonomi berupa pembangunan sarana perkebunan hidroponik. Agus Yusuf Arifuzaki Pengelola Hidroponik
mengatakan sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bank Indonesia karena telah memberikan sebuah hadiah yang sangat menguntungkan.
“Dengan adanya hidroponik ini Pondok Pesantren Sabilul Hasanah tidak hanya memberikan fasilitas ataupun pengajaran mengenai ilmu agama saja tetapi juga mencakup ilmu pertanian yang dapat menunjang kegiatan disini dan juga mendukung perkembangan pondok pesantren ini” Jelasnya.
Perkebunan hidroponik seluas 8×10 M2. Dan dengan titik tanam sebanyak 2.500 titik tanam. Untuk tanaman yang ditanam bervariasi mulai selada, pakcoy, caisim, kailan, pagoda, kale, bayam serta kangkung, tergantung permintaan dari pasar.
Dengan adanya hidroponik ini pun Ponpes Sabilul Hasanah mulai, Senin 1 Februari 2021 membuka lapangan untuk pelajar serta mahasiswa terutama dari jurusan agribisnis maupun pertanian yang ingin magang dipersilahkan dengan syarat yang telah ditentukan.
“Dan kalau ada dari pelajar atau mahasiswa yang ingin magang, kami dari pihak pondok pesantren memperbolehkan, dengan syarat membawa surat magang dari kampus dan memberikan keterangan berapa lama waktunya.
Dan kami memberikan fasilitas penginapan di pondok pesantren, atau boleh juga kalau mau pulang pergi. Kegiatan bagi pelajar atau mahasiswa yang magang yaitu mulai dari menanam, dan pengecekan/kontrol setiap hari” tambahnya.
Kabar mengenai magang tersebut membuat salah satu mahasiswa Pertanian Universitas Sriwijaya alumni Ponpes Sabilul Hasanah 2018 yaitu Endro Irwanto menyampaikan rasa senangnya dan sangat mendukung hidroponik tersebut.
“Menurut saya tentang adanya hidroponik di pondok pesantren sabilul hasanah bagus karna bisa membantu mahasiswa jurusan pertanian yang ingin magang, trus untuk santri pondok pesantren sabilul hasanah juga tidak cuma belajar kitab kuning dan mengaji tapi juga bisa belajar tentang satu metode dalam budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan hara nutrisi bagi tanaman.
Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah.Menurut saya itu saja tentang penilaian adanya hidroponik di pondok pesantren sabilul hasanah” tutup pria yang cukup dikenal di ponpes tersebut. (mg-glm)