SEMARANG, viralsumsel.com – Java United FC resmi memperkenalkan skuad yang akan menjadi kekuatan mereka menghadapi kompetisi Super League 2026/27. Klub yang kini bermarkas di Kota Semarang, Jawa Tengah, tersebut membawa identitas baru sekaligus menatap musim kompetisi dengan komposisi 27 pemain.
Kehadiran Java United FC menjadi bagian dari perubahan besar yang terjadi pada klub tersebut. Pada musim sebelumnya, tim ini dikenal dengan nama Malut United FC dan menjalankan aktivitas sepak bolanya dari Ternate, Maluku Utara. Memasuki musim 2026/27, klub melakukan transformasi dengan memindahkan pusat operasional sekaligus markasnya ke Semarang.
Perubahan tersebut tidak hanya menyangkut lokasi, tetapi juga menjadi awal bagi klub untuk membangun identitas baru di tengah atmosfer sepak bola Jawa Tengah. Di bawah arahan pelatih kepala Fabio Lefundes, Java United FC bertekad tampil kompetitif sekaligus ikut mengambil bagian dalam perkembangan sepak bola nasional.
Presiden Java United FC, Sofyan Lestaluhu, mengatakan kehadiran klub di Jawa Tengah dilandasi keinginan untuk membangun ekosistem sepak bola yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Menurut Sofyan, sepak bola memiliki peluang besar untuk terus berkembang di berbagai daerah. Karena itu, Java United ingin menjadi bagian dari proses tersebut melalui keberadaannya di Jawa Tengah.
Ia juga menegaskan bahwa Java United FC tidak datang untuk mengambil posisi klub lain yang telah lebih dulu memiliki sejarah dan basis suporter di wilayah tersebut. Menurutnya, setiap klub mempunyai perjalanan, karakter, serta identitas masing-masing yang harus dihormati.
Sofyan berharap keberadaan Java United FC dapat diterima dan memperoleh dukungan dari berbagai elemen sepak bola di Jawa Tengah. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, suporter, hingga pelaku industri olahraga dinilai penting untuk menciptakan ekosistem sepak bola yang semakin kuat.
Di sisi lain, Fabio Lefundes menyambut positif tantangan baru bersama Java United FC. Pelatih asal Brasil yang telah berkarier di sepak bola Indonesia sejak November 2021 itu mengaku tertarik dengan visi yang ditawarkan manajemen klub.
Baginya, kesamaan tujuan menjadi salah satu alasan utama menerima proyek Java United FC. Ia melihat manajemen memiliki keseriusan untuk mengembangkan klub sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan sepak bola Indonesia.
Dukungan terhadap transformasi klub juga datang dari pemain asal Pati, Jawa Tengah, Riyan Ardiansyah. Ia menyambut kehadiran Java United di daerah asalnya dan berharap perubahan tersebut mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola Jawa Tengah.
Riyan juga berharap keberadaan Java United FC dapat menjadi hiburan baru bagi masyarakat sekaligus membuka peluang lebih besar bagi perkembangan talenta sepak bola lokal.
Untuk menghadapi Super League 2026/27, Java United FC diperkuat sejumlah pemain yang memiliki pengalaman dan kualitas kompetitif. Di antara nama yang masuk dalam skuad adalah penjaga gawang Cyrus Margono, Yance Sayuri, Yakob Sayuri, Kei Hirose, Ciro Alves, Yabes Roni Malaifani, hingga David da Silva.
Dengan komposisi tersebut, Java United FC diharapkan mampu menghadirkan persaingan menarik pada musim baru. Transformasi dari Malut United menjadi Java United sekaligus perpindahan markas ke Semarang membuat kiprah klub ini menjadi salah satu hal yang menarik untuk dinantikan pada Super League 2026/27.
Kini, tantangan berikutnya berada di lapangan. Java United FC harus membuktikan bahwa perubahan identitas dan markas dapat berjalan seiring dengan pencapaian prestasi. Dukungan masyarakat Jawa Tengah dan performa 27 pemain yang telah dipersiapkan akan menjadi bagian penting dalam perjalanan klub menghadapi musim kompetisi mendatang. (bbs/ion)












