JFA Siapkan Regenerasi, Hajime Moriyasu Bertahan hingga Piala Asia 2027, Go Oiwa Resmi Jadi Suksesor

JAKARTA, viralsumsel.com – Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) resmi menetapkan arah baru kepemimpinan Tim Nasional Jepang. Hajime Moriyasu dipastikan tetap menjabat sebagai pelatih kepala hingga berakhirnya Piala Asia AFC 2027, sebelum tongkat estafet kepelatihan diserahkan kepada pelatih tim nasional U-21 Jepang, Go Oiwa.

Keputusan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang JFA untuk menjaga kesinambungan prestasi Samurai Biru, sekaligus mempersiapkan tim menghadapi siklus baru menuju Piala Dunia FIFA 2030.

Moriyasu, yang kini berusia 57 tahun, akan memimpin Jepang dalam misi merebut kembali mahkota Asia pada Piala Asia AFC yang digelar di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Jepang membidik gelar juara Asia pertama sejak terakhir kali menjadi kampiun pada 2011.

Moriyasu Tutup Era dengan Target Gelar Asia

Hajime Moriyasu mulai menangani Timnas Jepang sejak Juli 2018. Selama hampir satu dekade memimpin Samurai Biru, ia berhasil mengukir sejumlah catatan bersejarah.

Salah satunya menjadi pelatih pertama dalam sejarah Jepang yang mencapai 100 pertandingan internasional bersama tim nasional senior.

Hingga saat ini, Moriyasu telah mendampingi Jepang dalam 107 pertandingan dengan torehan 73 kemenangan, 15 hasil imbang, dan 19 kekalahan.

Pada Piala Dunia FIFA 2026, Jepang kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Asia. Namun, langkah mereka harus terhenti setelah dikalahkan Brasil pada babak 32 besar.

Baca Juga :  Flashback : Double Winner, Inilah Skuat Sriwijaya FC 2007/2008

Meski demikian, JFA tetap memberikan kepercayaan kepada Moriyasu untuk menyelesaikan misinya dengan membawa Jepang meraih gelar juara Asia.

Go Oiwa Ambil Alih Mulai Maret 2027

Setelah Piala Asia selesai, kursi pelatih Timnas Jepang akan resmi ditempati Go Oiwa, yang saat ini menangani tim nasional U-21 Jepang.

Pelatih berusia 54 tahun tersebut akan mulai bekerja bersama tim senior pada Maret 2027 dengan kontrak hingga berakhirnya Piala Dunia FIFA 2030.

Menariknya, Oiwa tetap akan menjalankan tugas membina tim muda Jepang. Ia dijadwalkan tetap menangani Timnas U-23 Jepang yang tengah dipersiapkan menuju Olimpiade Los Angeles 2028, sekaligus memimpin Timnas U-21 Jepang pada ajang Asian Games yang tahun ini berlangsung di Nagoya.

JFA menilai pengalaman Oiwa dalam membina pemain muda menjadi modal penting untuk menciptakan regenerasi yang berkelanjutan bagi Timnas Jepang.

JFA Fokus pada Regenerasi dan Evolusi

Presiden JFA, Tsuneyasu Miyamoto, menjelaskan bahwa keputusan mempertahankan Moriyasu sekaligus menunjuk Oiwa merupakan bagian dari strategi besar federasi.

Baca Juga :  Indonesia U-23 Puncaki Grup A ASEAN Cup 2025 Usai Libas Brunei 8-0, Jens Raven Cetak Rekor!

Menurutnya, Jepang tidak hanya ingin sukses dalam jangka pendek melalui Piala Asia, tetapi juga membangun fondasi kuat untuk menghadapi kompetisi internasional pada masa mendatang.

“Setelah Piala Dunia berakhir, target utama kami adalah menjuarai Piala Asia. Selain itu, peringkat FIFA juga akan sangat berpengaruh terhadap perjalanan kami di Piala Dunia berikutnya sehingga harus terus ditingkatkan,” ujar Miyamoto.

Ia menegaskan bahwa federasi telah menyusun konsep pembangunan sepak bola Jepang dengan tema “Regenerasi dan Evolusi”.

Miyamoto menilai Moriyasu telah membuktikan kemampuannya membawa Jepang bersaing di level Asia, sehingga diharapkan mampu mengakhiri masa kepemimpinannya dengan trofi Piala Asia.

Sementara itu, Go Oiwa diminta fokus menyelesaikan tugas bersama tim U-21 dan U-23 sebelum secara penuh mengambil alih kepemimpinan tim nasional senior.

“Dalam penyusunan rencana ini, kami menargetkan gelar juara Piala Asia bersama Moriyasu. Sedangkan Oiwa kami harapkan tetap berkonsentrasi membangun generasi muda melalui Asian Games dan program tim U-21 hingga akhir tahun sebelum memimpin tim senior,” jelas Miyamoto.

Keputusan ini menunjukkan komitmen JFA dalam menjaga keseimbangan antara pencapaian prestasi jangka pendek dan pembangunan tim nasional yang berkelanjutan menuju era baru sepak bola Jepang. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *