Revitalisasi Bastion Benteng Kuto Besak Dimatangkan, Pemkot Palembang Siapkan Destinasi Wisata Sejarah Berkelas

PALEMBANG, viralsumsel.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus mematangkan rencana revitalisasi Bastion Benteng Kuto Besak (BKB) sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya sekaligus mengembangkan destinasi wisata sejarah di Kota Palembang.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui rapat finalisasi revitalisasi yang digelar di Ruang Rapat II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang, Senin (27/7/2026). Rapat ini menjadi tahapan penting sebelum pekerjaan revitalisasi dilaksanakan di lapangan.

Revitalisasi Bastion Benteng Kuto Besak merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah disepakati antara Wali Kota Palembang dengan Pangdam II/Sriwijaya. Kesepakatan tersebut kemudian diimplementasikan melalui Perjanjian Kerja Sama Teknis (PKS-T) antara Kodam II/Sriwijaya dan Dinas Pariwisata Kota Palembang.

Melalui kerja sama tersebut, kawasan bagian dalam Bastion akan ditata agar dapat diakses oleh masyarakat sebagai ruang wisata sejarah yang edukatif, nyaman, dan memiliki daya tarik bagi wisatawan.

Mengedepankan Pelestarian Cagar Budaya

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Kebudayaan telah menyusun Detail Engineering Design (DED) yang menjadi acuan teknis dalam proses penataan kawasan Benteng Kuto Besak.

Baca Juga :  Program Unggulan Edukasi Anak PAUD, Bunda PAUD Muba Hadirkan Suasana Penuh Kehangatan dan Keceriaan

Dokumen tersebut disiapkan agar seluruh pekerjaan revitalisasi berjalan sesuai perencanaan sekaligus tetap mengedepankan prinsip pelestarian bangunan bersejarah.

Benteng Kuto Besak sendiri merupakan salah satu bangunan cagar budaya nasional yang memiliki nilai historis tinggi dan menjadi ikon Kota Palembang. Karena itu, setiap tahapan revitalisasi harus dilakukan secara hati-hati agar tidak mengubah karakter maupun keaslian bangunan.

Pemkot Palembang menegaskan bahwa revitalisasi bukan bertujuan mengubah bentuk asli benteng, melainkan memperkuat fungsi kawasan sebagai destinasi wisata sejarah tanpa menghilangkan nilai autentiknya.

Libatkan Tim Ahli Cagar Budaya

Untuk memastikan seluruh pekerjaan sesuai dengan kaidah konservasi, Pemerintah Kota Palembang menggandeng Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) serta Tim Ahli Cagar Budaya.

Salah satu pakar yang dilibatkan adalah Dr. Kriswandono dari Kota Semarang yang memiliki kompetensi di bidang pelestarian bangunan bersejarah.

Keterlibatan para ahli tersebut diharapkan mampu memberikan rekomendasi teknis agar setiap proses revitalisasi tetap memperhatikan aspek sejarah, arsitektur, serta nilai budaya yang melekat pada Benteng Kuto Besak.

Baca Juga :  Sekda Aprizal Tekankan Kolaborasi OPD untuk Sukseskan Program Strategis Nasional di Palembang

Dalam pelaksanaannya nanti, seluruh pekerjaan akan mengutamakan prinsip konservasi sehingga tidak merusak maupun menghilangkan bagian-bagian asli bangunan yang telah berdiri selama ratusan tahun.

Didorong Menjadi Destinasi Wisata Unggulan

Melalui sinergi antara Pemerintah Kota Palembang, Kodam II/Sriwijaya, Balai Pelestarian Kebudayaan, serta Tim Ahli Cagar Budaya, revitalisasi Bastion Benteng Kuto Besak diharapkan mampu menghadirkan wajah baru kawasan bersejarah tersebut.

Selain menjadi simbol kebanggaan masyarakat Palembang, kawasan ini juga diproyeksikan berkembang sebagai destinasi wisata sejarah unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.

Revitalisasi ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan sektor pariwisata, memperkuat pelestarian warisan budaya, sekaligus mendorong pergerakan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Benteng Kuto Besak.

Dengan penataan yang tetap mempertahankan keaslian bangunan, Benteng Kuto Besak diharapkan menjadi ruang publik yang edukatif, representatif, dan semakin memperkuat identitas Kota Palembang sebagai kota bersejarah di Indonesia. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *