BANTUL, viralsumsel.com — Sumsel United harus mengakui keunggulan PS Barito Putera dalam laga uji coba perdana selama menjalani pemusatan latihan (TC) di Yogyakarta. Laskar Juaro kalah tipis 1-2 dari sesama kontestan kompetisi kasta kedua Indonesia tersebut di Stadion Sultan Agung, Bantul, Selasa (25/8/2026).
Meski hasil akhir belum berpihak kepada Sumsel United, tim pelatih menilai pertandingan tersebut memberikan banyak catatan positif. Laga uji coba menjadi kesempatan penting untuk mengukur perkembangan pemain sekaligus mengevaluasi sejumlah aspek permainan sebelum Championship 2026/27 bergulir.
Pelatih Kepala Sumsel United, M Nasuha, mengaku cukup puas melihat penampilan anak asuhnya. Menurutnya, para pemain mampu menerapkan pola permainan yang selama ini diberikan dalam sesi latihan.
Salah satu hal positif yang terlihat adalah kemampuan pemain dalam membangun permainan dan menciptakan sejumlah peluang. Namun, persoalan penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
“Yang pertama tentu saya cukup senang dengan penampilan seluruh pemain. Mereka mampu bermain dengan gaya permainan yang memang sudah kami latih sebelumnya. Beberapa peluang juga bisa dihasilkan, walau penyelesaian akhir belum maksimal,” ujar Nasuha seusai pertandingan.
Konsentrasi 90 Menit Jadi Catatan Penting
Mantan pemain Timnas Indonesia itu memberikan perhatian khusus terhadap konsentrasi pemain hingga pertandingan berakhir. Kekalahan dari Barito Putera terjadi setelah Sumsel United kehilangan fokus pada penghujung laga.
Gol kemenangan Barito Putera dicetak pemain senior Rizky Pora melalui tendangan dari luar kotak penalti. Situasi tersebut menjadi evaluasi penting bagi Nasuha karena menurutnya pemain harus mampu menjaga konsentrasi dan kedisiplinan selama 90 menit.
Ia mengingatkan Tomi Darmawan dan kolega bahwa pertandingan sepak bola tidak hanya ditentukan oleh performa pada babak pertama atau hingga menit-menit tertentu.
“Sepak bola tidak bisa hanya dimainkan dengan baik selama 45 menit pertama ataupun hingga menit 70. Sebelum wasit meniup peluit akhir, mereka tetap harus fokus dan disiplin,” katanya.
Nasuha menilai gol terakhir Barito Putera menjadi bukti bahwa sedikit kelengahan dapat berakibat fatal. Pemain dinilai kurang cepat mengantisipasi pergerakan lawan ketika mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan.
“Gol terakhir tadi lahir karena tim sedikit lengah dan tidak ada yang menjaga lawan saat akan melakukan tendangan ke gawang,” tambahnya.
Manajemen Minta Waktu Persiapan Dimaksimalkan
Direktur Utama PT Cahaya Sumsel Utama (CSU), Erick Yuniman, yang hadir langsung di Stadion Sultan Agung, juga melihat pertandingan tersebut sebagai bagian penting dari proses pembentukan tim.
Menurut Erick, para pemain Sumsel United menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Penguasaan bola yang mampu dilakukan tim menjadi salah satu indikator positif, meski masih terdapat sejumlah aspek yang membutuhkan pembenahan.
“Laga uji coba ini memang sangat penting agar tim pelatih mampu mengetahui kekurangan secara keseluruhan. Tadi kita mampu menguasai penguasaan bola, namun memang perlu peningkatan di lini depan,” ujar Erick.
Karena waktu persiapan masih tersedia, Erick meminta seluruh elemen tim memanfaatkannya secara maksimal. Evaluasi dari setiap pertandingan diharapkan dapat menjadi dasar untuk memperbaiki performa sebelum kompetisi resmi dimulai.
“Karena itu kita menekankan agar seluruh tim, baik pemain maupun pelatih, benar-benar memanfaatkan waktu tersisa sehingga saat kompetisi nanti bisa meraih hasil yang lebih baik,” tegasnya.
Kekalahan dari Barito Putera pun tidak dipandang sebagai hasil akhir dari proses persiapan Sumsel United. Sebaliknya, pertandingan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan konsistensi permainan, ketajaman lini depan, serta konsentrasi hingga menit terakhir.
Setelah menghadapi Barito Putera, Sumsel United dijadwalkan kembali menjalani laga uji coba. Laskar Juaro akan menghadapi Persiba Balikpapan pada akhir pekan ini dalam rangkaian TC di Yogyakarta.
Pertandingan tersebut kembali menjadi kesempatan bagi Nasuha untuk menguji komposisi pemain sekaligus mematangkan strategi sebelum Sumsel United benar-benar memasuki persaingan Championship 2026/27. (bbs/ion)











