viralsumsel.com, KAYUAGUNG – Penetapan kegiatan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara 2023 ditetapkan belanja belanja 2,3 triliun dan pendapatan 2,2 triliun lebih defisit anggaran Rp 23 Miliar ditutupi dengan pembiayaan itu sehingga APBD OKI berimbang pada 2023. Ini berdampak pada kegiatan pembangunan di OKI tahun depan.
Ketua DPRD OKI, Abdiyanto SH MH mengungkapkan, APBD 2022 Rp2,65 triliun di perubahan menjadi Rp2,7 triliun artinya menjadi berkurang 300-400 miliar dari 2022 ke 2023. Hal ini terjadi akibat beberapa target pendapatan tidak terpenuhi selain dampak pandemi banyaknya regulasi aturan baru perlu penyesuaian.” Jadi dampaknya pasti akan terlihat khususnya pembangunan infrastruktur, “terangnya kemarin (17/8/2022).
Target yang ditetapkan pada tahun sebelumnya di pendapatan jauh berkurang. Bayangkan tahun kemarin pendapatan Rp 2,4 triliun sekarang menjadi Rp 2,2 triliun disektor belanja 2022 lebih kirang 2,7 triliun di 2023 Rp 2,3 triliun ada berkurang APBD OKI hampir 400 miliar dan tentu berdampak pada pembangunan tentu kegiatan.
Yang berdampak Dinas PUPR dan Perkim biasanya PUPR dianggarakan Rp300 miliar hingga Rp 360 miliar 2023 hanya Rp163 miliar. Ada Rp200 miliar tentu berupaya memaksimalkan kegiatan yang ada berdayakan anggaran yang ada, mudah-mudahan sektor pendapatan pulih sehingga meningkatkan belanja.
Kalau pengaruhnya melihat yang paling penting sekian banyak persoalan infrastruktur jalan di perairan memprihatinkan , misalnya virtual berita jalan rusak sebagai ketua DPRD menjadi tanggung jawab moral, tapi ini kemampuan keuangan terbatas dengan dana yang Rp300 miliar untuk jalan, pengairan dan jembatan itu belum bisa mengcover semuanya apalagi dengan anggaran yang berkurang pada tahun depan tapi semua jangan pesimis.
Sistem pembangunan di rubah kalau dulu di cor semua meski dapatnya sedikit sehingga dananya kekurangan , mungkin besok berupaya dengan PUPR yang penting lobangnya di ratakan.
Harapannya uluran tangan provinsi setiap tahun menggelontorkan bantuan ke OKI cukup besar sampai Rp100 miliar, tapi untuk Pantai Timur bantuan gubernur belum pernah digelontorkan ke sana. Untuk itu tahun depan ada dana provinsi yang bisa mengcover bantuan gubernur ke sana sehingga membantu pihaknya sehingga kesulitan bisa terurai.
Kalau dari perusahaan melalui forum CSR itu sudah dikumpulkan baik pemerintah maupun anggota DPRD Sumsel siap membantu semampunya, tapi pada kenyataannya itu tidak terjadi padahal mereka juga menggunakan jalan tersebut apalagi sekarang kan mobilitas tinggi.
Pemkab dan DPRD OKI Sepakati KUA PPAS 2023 Sebesar Rp.2, 308 Triliun
Sebelumnya, Bupati OKI, H Iskandar SE mengatakan, pihaknya bersama anggota DPRD OKI yang sudah bersama-sama membahas proses penyusunan rancangan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2023 ini, dari awal hingga ditandatanganinya nota kesepakatan KUA-PPAS APBD Kabupaten OKI.
Tahapan pembahasan KUA-PPAS merupakan salah satu bagian dari rangkaian penyusunan ranperda APBD Kabupaten OKI tahun 2023, yang telah menghasilkan beberapa hal, yakni, pendapatan daerah Kabupaten OKI pada APBD tahun 2023 diproyeksi sebesar Rp 2,285 triliun yang terdiri dari komponen pendapatan asli daerah (PAD), pendapatan transfer dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Sementara Belanja daerah dirancang sebesar Rp 2,308 triliun yang terdiri dari belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer. Sementara Pembiayaan Netto daerah APBD Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp. 28.470 miliar. ” Rencana Pendapatan dengan rencana belanja baerah tahun 2023 terdapat defisit sebesar Rp 23.483 miliar, “tandasnya.
Ia berharap dengan adanya nota kesepakatan kebijakan umum anggaran pendapatan dan belanja daerah, serta prioritas dan plafon anggaran sementara anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2023 ini dapat memberikan kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat di Kabupaten OKI. (fir)