
viralsumsel.com, JAKARTA– Kompolnas mengungkapkan tiga lokasi penting yang berkaitan dengan kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) ADP. Apakah bisa menjadi kunci penyebab kematian?
“Ada 3 spot yang penting. Satu, adalah kos-kosan, bagaimana tanggal 7 sampai 8 almarhum ini mulai beraktifitas sampai kemudian almarhum ditemukan meninggal. Itu spot pertama, itu detail banget dijelaskan jam per jam, detik per detik itu ada, ada rekam jejaknya,” kata Komisioner Kompolnas Choirul Anam kepada wartawan, Kamis (23/7/2025).
Lalu, lokasi kedua adalah pusat perbelanjaan di Jakarta dan terakhir yang berhubungan dengan tempat bekerja. Anam menyebut semua terekam dalam jejak digital.
“Terus spot berikutnya adalah pusat perbelanjaan di Jakarta. Aktivitasnya apa, rekam jejak digitalnya juga ada, dengan siapa saja juga ada. Habis itu yang berhubungan dengan tempat bekerja, itu juga ada, ada rekam jejak digitalnya dan cukup rapih ditelusuri,” katanya.
“Dalam tiga spot ini, yang penting ini berhubungan dengan aktivitas. Yang kedua, rekam jejak digitalnya ada, yang berikutnya yang nggak kalah penting adalah berhubungan juga dengan barang. Dari tiga spot ini, khususnya tanggal 7 dan 8 itu mencerminkan bagaimana kejadian di kos-kosan itu, rangkaian peristiwa tergambar sangat rapih dan bukti jejak digitalnya di kesaksiannya ada,” katanya.
Dari tiga lokasi penting tersebut, Anam menyakini polisi sudah mengantongi dugaan penyebab kematian sang diplomat. Namun, polisi masih menunggu hasil autopsi.
“Oleh karenanya kasus ini sebenarnya tinggal nunggu hasil autopsi yang mendalam. Karena hasil autopsi yang mendalam belum selesai, makanya proses ini masih belum diumumkan di publik. Kemarin kami juga mendalami ini, terus kami juga bilang ke Polda Metro Jaya agar segera bisa diselesaikan. Agar timnya, peristiwa ini, semakin cepat, semakin terang dan semakin bagus,” ujarnya.
Sebelumnya, ADP ditemukan tewas di kamar kosnya di Gondangdia, Jakarta pada Selasa (8/7/2025) dalam kondisi wajah terlilit lakban. Namun sudah dua pekan lebih, Polda Metro Jaya belum menyimpulkan penyebab kematian pria berusia 39 tahun itu. (mel)






