KPK Bakal Cek Laporan Kekayaan Walkot Prabumulih, Usai Diduga Pecat Kepsek Gegara Tegur Anaknya

Foto Ig protokol.prabumulih

 

viralsumsel.com, JAKARTA
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengecek Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Arlan, yang merupakan Wali Kota Prabumulih usai heboh diduga memecat kepala sekolah karena anaknya ditegur. KPK ingin memastikan apakah harta yang dilaporkan telah sesuai atau tidak.

Nama Arlan mendadak ramai menjadi sorotan terkait pencopotan Kepala SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah. Arlan diduga memecat kepsek tersebut karena telah menegur anaknya lantaran membawa mobil ke sekolah.

Kepsek tersebut hanya ingin menegakkan aturan sekolah, mengingat seorang siswa SMP dilarang membawa kendaraan. Lagi pula, siswa SMP belum memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi).

“Kalau kita bicara soal kepatuhan LHKPN, tentu tidak hanya patuh soal waktu pelaporan tapi juga patuh terkait dengan isinya,” kata juru bicara KPK Budi Prasetyo.

“Apakah yang disampaikan sudah sesuai, sudah benar, sudah lengkap atau belum nanti akan dicek dari pelaporan LHKPN yang bersangkutan,” tambahnya.

Baca Juga :  Open House Idul Fitri, Arlan Sambut Warga dengan Hangat di Rumah Dinas

Dengan LHKPN, Budi menilai menjadi salah satu bentuk pengawasan terhadap praktik-praktik korupsi.

“Di situ peran-peran dari masyarakat untuk ikut mengawasi soal kewajaran ataupun kebenaran dari aset yang dimiliki, ya dari profilnya itu apakah sudah sesuai atau belum,” ucapnya.

Berdasarkan data di LHKPN KPK, Arlan memiliki harta kekayaan Rp 17 miliar. Kekayaan itu dilaporkannya pada 13 Agustus 2024 ketika mencalonkan diri sebagai Wali Kota Prabumulih.

Berikut rincian kekayaan Arlan:

– Sebanyak 18 bidang tanah dan bangunan di Prabumulih dan Ogan Ilir dengan total nilai Rp 5.871.750.000;
– Sebanyak 12 kendaraan berupa mobil pikap, truk, hingga buldoser senilai Rp 4.921.000.000;
– Harta bergerak lainnya: Rp 202.000.000;
– Kas dan setara kas: Rp 8.007.987.046;
– Utang: Rp 2.000.000.000.

Total: Rp 17.002.737.046

 

Klarifikasi Arlan

Sementara Arlan membantah kabar dirinya telah memecat kepala sekolah. Ia menyampaikan permintaan maaf telah membuat kegaduhan melalui akun media sosial Instagramnya, @cak.arlan_official.

Baca Juga :  Harga Emas Bertahan Bullish, Sentimen Geopolitik Jadi Penggerak Utama

“Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh. Saya sebagai Wali Kota Prabumulih mengucapkan permohonan maaf kepada Pak Roni dan seluruh masyarakat Kota Prabumulih. Masalah berita-berita yang hoaks, di media mengatakan bahwa Pak Roni sudah diganti dan dipindahkan ke tempat sekolah lain. Ini adalah berita hoaks,” ujar Arlan, Selasa (16/9).

Arlan berdalih hanya menegur kepsek tersebut karena ada permasalahan dengan siswa lain, bukan dengan anaknya.

“Saya belum memindahkan Pak Roni, saya baru menegur Pak Roni karena di sekolahan itu ada masalah kasus yang membuat anak sekolah tidak betah di situ. Kasus itu sudah mencuat di media massa, maka saya sebagai Wali Kota Prabumulih memanggil Pak Roni, menegur Pak Roni jangan sampai terjadi lagi, yang guru sekolah itu sudah dipindahkan, sudah satu minggu yang lalu,” katanya. (mel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *