Launching di Ponpes Nurul Cholil, Madura United Bidik Kebangkitan di Super League 2026/27

BANGKALAN, viralsumsel.com – Madura United FC memilih cara berbeda untuk menandai dimulainya perjalanan mereka menuju kompetisi Super League 2026/27.

Tim berjuluk Laskar Sape Kerrap tersebut memperkenalkan skuad barunya di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan, Jumat (14/8/2026).

Launching tim tidak hanya menjadi agenda seremonial menjelang musim baru. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi Madura United untuk memperkenalkan 33 pemain yang akan menjadi bagian dari perjuangan klub menghadapi persaingan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2026/27.

Pemilihan pondok pesantren sebagai lokasi launching juga memiliki makna tersendiri bagi Madura United. Klub asal Pulau Garam tersebut bukan kali pertama menggelar agenda serupa di lingkungan pesantren.

Pada pramusim 2023/24, Madura United pernah memperkenalkan skuadnya di Pondok Pesantren Al-Hamidy, Banyuanyar, Pamekasan. Kala itu, keputusan tersebut berbuah perjalanan yang cukup positif.

Madura United berhasil melangkah hingga pertandingan final dan mengakhiri kompetisi sebagai runner-up setelah dikalahkan Persib Bandung.

Pengalaman tersebut kini coba kembali dihadirkan. Manajemen berharap kegiatan launching di lingkungan pesantren dapat menjadi awal yang baik sekaligus membawa energi positif bagi perjalanan tim pada musim 2026/27.

Berharap Kembali Bersaing di Papan Atas

Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, mengaku berharap momentum yang pernah terjadi pada musim 2023/24 dapat kembali terulang.

Baca Juga :  Madura United Fokus Tajamkan Lini Serang Usai Mandul di Dua Laga Uji Coba

Harapan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Madura United untuk bangkit setelah melewati musim sebelumnya dengan perjalanan yang kurang sesuai ekspektasi. Laskar Sape Kerrap sempat kesulitan bersaing dan lebih banyak berkutat di papan bawah.

Karena itu, musim 2026/27 menjadi kesempatan bagi Madura United untuk memperbaiki pencapaian sekaligus mengembalikan posisi klub sebagai salah satu tim yang mampu bersaing di papan atas.

“Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagi Madura United. Kami pernah mengadakan hal seperti ini di Pamekasan. Waktu itu kami mendapatkan prestasi baik,” kata Achsanul.

Menurutnya, pengalaman positif tersebut menjadi alasan mengapa kegiatan launching kembali dikaitkan dengan lingkungan pesantren. Selain memperkenalkan tim, Madura United ingin mengawali perjalanan kompetisi dengan doa dan dukungan masyarakat.

Libatkan Ribuan Santri

Pondok Pesantren Nurul Cholil dipilih sebagai lokasi launching karena dinilai memiliki kedekatan dengan Madura United serta lingkungan pesantren yang cukup besar.

Kehadiran ribuan santri dan para kiai diharapkan dapat memberikan dukungan moral bagi perjuangan tim sepanjang musim.

Achsanul berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat menjadi bagian dari ikhtiar Madura United untuk mendapatkan hasil terbaik dalam kompetisi mendatang.

“Alhamdulillah, kali ini kami memilih di Bangkalan, selain karena tempatnya dekat dengan kami, santrinya juga ribuan. Sehingga kami harapkan, doa para santri dan kiai, bersama-sama mendoakan Madura United dikabulkan oleh Allah SWT,” ujarnya.

Baca Juga :  Kualifikasi Piala Dunia 2026 : Timnas Indonesia Telan Kekalahan Perdana

Ia menambahkan, dukungan tersebut diharapkan menjadi energi tambahan bagi seluruh pemain, pelatih, dan jajaran manajemen untuk menghadapi persaingan Super League 2026/27 yang dipastikan tidak mudah.

Dengan skuad berisi 33 pemain, Madura United kini bersiap memasuki fase kompetisi yang baru. Klub tidak hanya ingin sekadar menjalani musim, tetapi juga berusaha mengembalikan kepercayaan diri setelah hasil kurang maksimal pada musim sebelumnya.

Achsanul pun menegaskan harapan agar Madura United mampu kembali bertarung di papan atas. Bahkan, target yang ingin dicapai bukan sekadar mengulang pencapaian sebagai runner-up, melainkan berusaha memberikan prestasi yang lebih tinggi.

“Sehingga kami menjadi lebih baik, dan insyaallah akan bertarung kembali di papan atas musim 2026/27,” tegasnya.

Launching di Pondok Pesantren Nurul Cholil akhirnya menjadi simbol dimulainya perjalanan baru Madura United. Dengan dukungan pemain, manajemen, suporter, masyarakat Madura, serta doa dari para santri dan kiai, Laskar Sape Kerrap berharap musim 2026/27 menjadi titik balik untuk kembali menunjukkan kekuatan mereka di level tertinggi sepak bola nasional. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *