Lee Hanbeom Ungkap Penyebab Korea Selatan Tumbang dan Terancam Tersingkir

VIRALSUMSEL.COM, MONTERREY – Kekalahan mengejutkan yang dialami Korea Selatan dari Afrika Selatan pada laga terakhir Grup A Piala Dunia FIFA 2026 meninggalkan kekecewaan mendalam di kubu Taeguk Warriors.

Bek Korea Selatan, Lee Hanbeom, mengakui timnya harus membayar mahal berbagai kesalahan yang dilakukan sepanjang pertandingan sehingga peluang lolos ke babak gugur kini berada di ujung tanduk.

Korea Selatan takluk 0-1 dari Afrika Selatan dalam pertandingan yang digelar di Monterrey Stadium, Meksiko. Hasil tersebut membuat pasukan Hong Myungbo kehilangan kendali atas nasib mereka sendiri dan kini hanya bisa berharap pada hasil pertandingan grup lain untuk menjaga peluang lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Padahal sebelum laga dimulai, Korea Selatan berada dalam posisi yang cukup menguntungkan. Kemenangan atas Afrika Selatan akan memastikan langkah mereka ke Babak 32 Besar tanpa harus bergantung pada tim lain.

Namun kenyataan di lapangan berbicara berbeda.

Meski mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 60 persen, Korea Selatan kesulitan membongkar pertahanan lawan. Sebaliknya, Afrika Selatan tampil lebih efektif dan berhasil memanfaatkan peluang yang dimiliki untuk mencetak gol kemenangan.

Menurut Lee Hanbeom, dominasi penguasaan bola tidak memiliki arti jika tim gagal memanfaatkan momentum dan melakukan kesalahan dalam situasi krusial.

“Dalam sepak bola, menguasai permainan dan memiliki persentase penguasaan bola yang tinggi tidak menjamin kemenangan. Ketika Anda kebobolan satu gol dan gagal merespons, hasil akhirnya bisa sangat menyakitkan,” ujar Lee usai pertandingan.

Baca Juga :  Peta Kekuatan 12 Grup Piala Dunia 2026, Siapa Favorit Juara?

Pemain yang saat ini membela klub Denmark, FC Midtjylland, menilai ada masalah mendasar yang terus menghantui Korea Selatan sepanjang fase grup, terutama dalam duel-duel penting di lapangan.

Ia menyebut kegagalan memenangkan bola kedua dan duel satu lawan satu menjadi faktor utama yang membuat timnya kesulitan mengendalikan jalannya pertandingan.

“Kami kalah dalam banyak duel individu. Selain itu, kami juga tidak cukup baik dalam memenangkan bola kedua. Ketika kesalahan-kesalahan seperti itu terus terjadi, lawan mendapatkan kesempatan dan pada akhirnya kami harus menerima konsekuensinya,” katanya.

Kekalahan dari Afrika Selatan menjadi hasil negatif kedua yang dialami Korea Selatan di fase grup. Sebelumnya, Son Heung-min dan kawan-kawan juga takluk 0-1 dari Meksiko setelah sempat mengawali turnamen dengan kemenangan 2-1 atas Republik Ceko.

Hasil tersebut membuat Korea Selatan finis di posisi ketiga klasemen Grup A dengan tiga poin, tertinggal dari Afrika Selatan yang mengoleksi empat poin dan Meksiko yang tampil sempurna dengan sembilan poin dari tiga pertandingan.

Lee menegaskan timnya tidak pernah memasuki pertandingan dengan target bermain aman atau sekadar mengejar hasil imbang.

“Kami datang dengan tujuan untuk menang. Seluruh persiapan dilakukan dengan mindset meraih tiga poin. Namun lawan juga mempersiapkan diri dengan baik dan pertandingan tidak berjalan sesuai yang kami harapkan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Daftar Pemain Terbaik Piala Dunia 2026: Julian Quinones dan Hwang In-beom Jadi Pemenang Perdana

Senada dengan Lee, gelandang Korea Selatan Jens Castrop juga mengaku frustrasi karena timnya gagal memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menentukan nasib sendiri.

Pemain Borussia Monchengladbach tersebut menilai Korea Selatan sebenarnya mampu bersaing, tetapi kurang efektif dalam memanfaatkan peluang yang tercipta.

“Sangat mengecewakan. Kami memulai turnamen dengan baik, tetapi kemudian kehilangan momentum. Saya merasa kami tidak pantas kalah, namun kami juga harus mengakui bahwa kami tidak cukup klinis di depan gawang,” ujar Castrop.

Kini Korea Selatan hanya bisa menunggu hasil pertandingan dari grup lain untuk mengetahui apakah mereka masih memiliki peluang lolos sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik.

Meski peluang masih terbuka, nasib Taeguk Warriors tidak lagi berada di tangan mereka sendiri.

Statistik Menarik

Korea Selatan menguasai 60 persen penguasaan bola saat menghadapi Afrika Selatan. Namun dominasi tersebut gagal menghasilkan gol, sementara lawan mampu memaksimalkan peluang yang dimiliki untuk meraih kemenangan.

Kekalahan dari Afrika Selatan menjadi pukulan telak bagi Korea Selatan yang sebelumnya berpeluang besar lolos otomatis ke fase gugur. Kini Son Heung-min dan rekan-rekannya harus menunggu hasil dari grup lain untuk mengetahui nasib mereka di Piala Dunia 2026. (bbs)

Klasemen Akhir Grup A Piala Dunia 2026

1. Meksiko – 9 poin
2. Afrika Selatan – 4 poin
3. Korea Selatan – 3 poin
4. Republik Ceko – 1 poin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *