Marc Marquez Mulai Bicara Pensiun: Mental Juara Masih Ada, Tapi Tubuh Punya Batas

Foto Arsip MotoGP

 

viralsumsel.com, JAKARTA– Setelah lebih dari satu dekade hidup di batas ekstrem MotoGP, Marc Marquez mulai membuka ruang untuk membicarakan akhir perjalanan. Bukan karena api kompetisi yang meredup, melainkan karena tubuhnya tak lagi sejalan dengan ambisi besar yang masih menyala.

Dalam wawancara dengan program El Objetivo, Marquez mengakui dirinya kini lebih realistis memandang masa depan. Secara mental, pebalap Ducati itu merasa masih berada di level tertinggi. Namun pengalaman panjang bergulat dengan cedera membuatnya sadar bahwa usia dan kondisi fisik tak bisa diajak bernegosiasi.

“Saya sudah paham, nanti saya akan berhenti lebih cepat karena tubuh saya, bukan karena keinginan atau mental bertarung,” ujar Marquez, dikutip dari Todocircuito.

Sejak 2020, karier Marquez diwarnai rentetan cedera serius. Mulai dari patah tulang humerus, operasi berulang di lengan kanan, hingga masalah bahu dan gangguan penglihatan. Luka-luka itu, menurutnya, tak selalu bisa dipulihkan hanya dengan latihan atau tekad kuat.

Baca Juga :  Marquez Mulai Pulih! CEO Ducati Bocorkan Kabar Gembira dari Madrid

Meski begitu, pebalap berjuluk The Baby Alien itu menegaskan hasrat juaranya belum padam. Ia menggambarkan pikirannya masih seperti mesin roket yang siap digeber kapan saja, hanya saja kini ia harus lebih cermat memilih momen untuk memacu diri.

“Energinya masih penuh. Tapi saya harus tahu kapan dan bagaimana menggunakannya,” katanya.

Bagi Marquez, keputusan pensiun adalah salah satu fase paling sulit dalam hidup atlet. Ia tak ingin terjebak memaksakan diri hingga hanya sekadar mengisi grid tanpa daya saing. Dengan kontrak bersama Ducati yang masih berjalan hingga 2026, masa depan itu belum dekat namun sudah mulai ia pikirkan.

“Yang paling berat itu menentukan waktu. Apakah harus terus memaksa atau berhenti di saat yang tepat,” ucapnya.

Baca Juga :  Ronaldo "Mengila", MU Kembali ke Trek Kemenangan

Marquez memahami betul harga mahal sebuah kesuksesan. Ia pernah jatuh berkali-kali, menjalani empat operasi besar, dan menghadapi momen kelam yang hampir mengakhiri kariernya di MotoGP. Namun dari fase tersebut, ia mampu bangkit dan kembali ke puncak.

Kini, namanya telah terukir dalam sejarah balap motor dunia. Sembilan gelar juara dunia sudah ia koleksi, tujuh di antaranya diraih di kelas utama, sejajar dengan Valentino Rossi dan hanya berada di bawah Giacomo Agostini. (mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *