Nilmaizar Akui Masalah Fokus Jadi Biang Kekalahan Sumsel United, Evaluasi Total Jelang Derby Sumsel

SERANG, viralsumsel.com — Pelatih Kepala Sumsel United, Nilmaizar, menilai kekalahan dari Adhyaksa FC Banten pada pekan ke-16 Pegadaian Championship 2025/26 menjadi bahan evaluasi penting bagi timnya.

Laga yang digelar di Banten International Stadium, Serang, Sabtu (17/1/2026) sore WIB tersebut berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah.

Menurut Nilmaizar, hasil minor tersebut tidak lepas dari persoalan fokus, konsentrasi, dan koordinasi antarpemain yang belum berjalan optimal. Hal tersebut terutama terlihat saat Sumsel United kehilangan pengawalan terhadap pemain lawan, yang berujung pada dua gol cepat Adilson Silva.

Ia menegaskan, kelemahan dalam menjaga konsentrasi tidak boleh kembali terulang, terlebih menjelang laga penting berikutnya menghadapi Sriwijaya FC dalam derby Sumatera Selatan pada pekan ke-17.

Selain fokus dan konsentrasi, Nilmaizar juga menyoroti lemahnya koordinasi lini belakang ketika mengantisipasi pergerakan lawan. Menurutnya, dua gol yang bersarang ke gawang Laskar Juaro terjadi akibat kelengahan pemain dalam menjalankan tugas penjagaan.

Baca Juga :  Kekalahan Terbesar Sriwijaya FC Musim Ini, Rekor Buruk Terulang Tanpa Gol Balasan

Kendati harus tertinggal dua gol, Sumsel United menunjukkan respons positif di babak kedua. Tim tamu mampu bangkit dan tampil lebih dominan dengan penguasaan bola mencapai 53 persen. Laskar Juaro juga mencatat 291 umpan sukses dari 355 percobaan dengan akurasi mencapai 82 persen, serta menghasilkan enam peluang berbahaya.

Dari sisi defensif, Sumsel United mencatat 17 tekel sukses, 24 intersepsi, dan 22 sapuan. Namun, efektivitas di lini depan masih menjadi kendala. Dari delapan total tembakan, hanya tiga yang mengarah ke gawang dan satu yang berbuah gol melalui Tomi Darmawan.

Nilmaizar melakukan sejumlah perubahan di babak kedua untuk meningkatkan daya serang. Ia menarik keluar Kahar Kalu dan Ichsan Kurniawan, lalu memasukkan Tomi Darmawan serta Syahril Aprizal. Pergantian pemain berlanjut dengan masuknya Agim Fariansyah, Bayu Gatra, dan Yu Jun Lee pada paruh kedua laga.

Baca Juga :  PSPS Krisis Bek! Aji Santoso Tetap Optimistis Hadapi Sumsel United

Di sisi lain, Adhyaksa FC Banten tampil lebih efisien meski hanya menguasai bola 47 persen. Tim berjuluk The Prosecutors itu mampu memaksimalkan peluang dengan empat tembakan tepat sasaran dari 10 percobaan, yang berujung pada dua gol. Efektivitas inilah yang menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.

Nilmaizar menyebut, saat tertinggal di babak pertama, tim pelatih telah memberikan motivasi kepada para pemain bahwa peluang untuk bangkit masih terbuka. Namun, keterbatasan waktu serta kurangnya ketenangan dalam mengambil keputusan membuat Sumsel United gagal menyamakan kedudukan.

Ia berharap evaluasi menyeluruh yang dilakukan dapat memperbaiki performa tim, terutama dalam menjaga fokus dan organisasi permainan, sebelum menghadapi Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *