PALEMBANG, viralsumsel.com – Pemerintah Kota Palembang mendapat dukungan dari pemerintah pusat untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus mengantisipasi dampak asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
Dukungan tersebut diberikan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa sejumlah bantuan logistik dan peralatan penanganan karhutla. Bantuan diserahkan usai Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Griya Agung Palembang, Senin (31/8/2026).
Rapat koordinasi tersebut dipimpin Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, serta Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. Pertemuan menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi karhutla di Sumatera Selatan.
Untuk Kota Palembang, bantuan yang diterima meliputi 25 buah alat pelindung diri (APD), lima roll selang berukuran 1,5 inci, empat unit pompa jinjing berkapasitas 2 HP, dua unit mesin pompa air berkapasitas 6 HP, dua buah nozzle, serta dua unit flexible tank.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan bantuan tersebut sesuai dengan kebutuhan yang sebelumnya telah diajukan Pemerintah Kota Palembang. Peralatan tersebut diharapkan dapat mendukung petugas ketika melakukan penanganan kebakaran lahan di lapangan.
Menurut Ratu Dewa, dukungan peralatan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapan petugas, terutama ketika menghadapi kebakaran lahan yang membutuhkan penanganan cepat.
Pemkot Palembang, kata dia, juga terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui Satgas Karhutla. Berdasarkan data yang disampaikan, luas lahan yang terbakar di wilayah Kota Palembang saat ini mencapai sekitar 185,4 hektare.
Meski demikian, Ratu Dewa menjelaskan lahan yang terbakar tersebut merupakan lahan mineral dan bukan lahan gambut. Kondisi itu membuat proses penanganan kebakaran relatif lebih cepat dibandingkan wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut.
Sejak awal, Ratu Dewa telah meminta seluruh jajaran Satgas Karhutla mempercepat proses pemadaman dan penanganan titik api. Pemkot juga menggandeng Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi petugas pemadam kebakaran selama menjalankan tugas.
Pemkot Siapkan Antisipasi Dampak Asap
Selain berfokus pada pemadaman, Pemerintah Kota Palembang juga menyiapkan langkah untuk mengantisipasi dampak asap terhadap masyarakat.
Ratu Dewa mengatakan kondisi kualitas udara Palembang turut dipengaruhi asap yang berasal dari kebakaran lahan di sejumlah kabupaten dan kota lain di Sumatera Selatan.
Berdasarkan pemantauan hingga pukul 10.00 WIB, posisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Palembang berada di urutan keenam. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena kualitas udara berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Palembang telah menyiapkan posko kesehatan. Pelayanan kesehatan tersebut dipastikan tetap berjalan selama 24 jam untuk memberikan respons apabila masyarakat mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Pemkot juga mengimbau masyarakat tetap waspada dan menjaga kondisi kesehatan, terutama ketika kualitas udara mengalami penurunan. Masyarakat diminta segera memanfaatkan fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan yang berkaitan dengan dampak asap.
Pemerintah Pusat Pantau Perkembangan Karhutla
Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni mengatakan kehadiran pemerintah pusat di Sumatera Selatan merupakan bagian dari upaya memastikan arahan Presiden terkait penanganan karhutla dapat diterapkan secara nyata di lapangan.
Menurut Raja Juli, perkembangan karhutla di Sumatera Selatan menunjukkan tren yang relatif positif. Hal tersebut terlihat dari statistik titik panas atau hotspot yang terus mengalami penurunan.
Meski demikian, penurunan hotspot belum menjadi alasan bagi seluruh pihak untuk mengurangi kewaspadaan. Pemerintah tetap meminta jajaran terkait melakukan pemantauan dan pencegahan secara berkelanjutan.
Raja Juli juga mengingatkan masyarakat maupun perusahaan untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan dan memperluas kebakaran hutan serta lahan.
Ia menambahkan, tren penurunan jumlah hotspot juga terlihat secara nasional. Sejumlah wilayah yang sebelumnya menjadi perhatian, termasuk Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan, turut menunjukkan perkembangan positif.
Namun, pemerintah memastikan pemantauan tetap dilakukan untuk menjaga agar kondisi karhutla tidak kembali memburuk.
Dengan dukungan peralatan dari BNPB, kesiapsiagaan Satgas Karhutla, dukungan pasokan air dari PDAM, serta kesiapan posko kesehatan, Pemerintah Kota Palembang berupaya memperkuat penanganan karhutla dari sisi pemadaman maupun perlindungan masyarakat.
Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, petugas pemadam, serta masyarakat menjadi kunci agar kebakaran lahan dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas. (bbs/ion)












