BEKASI, viralsumsel.com – Persiba Balikpapan U19 harus puas berbagi angka usai bermain imbang 1-1 melawan PSPS Pekanbaru U19 pada lanjutan pekan ketiga Grup A Elite Pro Academy (EPA) Championship U19 2026, Kamis (8/4).
Hasil ini terasa kurang maksimal bagi tim muda Beruang Madu, mengingat mereka sempat unggul lebih dahulu sebelum akhirnya gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.
Sejak awal laga, Persiba Balikpapan U19 tampil cukup agresif dan mampu mencuri gol cepat melalui Fabio Royyan pada menit ke-12. Gol tersebut sempat memberikan momentum positif bagi tim untuk mengendalikan permainan.
Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. PSPS Pekanbaru U19 berhasil menyamakan skor lewat Doni Aditya pada menit ke-27. Setelah gol tersebut, pertandingan berjalan semakin intens dengan kedua tim saling menekan demi mencari gol tambahan.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan meningkat tajam. Situasi menjadi semakin sulit setelah kedua tim harus bermain dengan 10 orang. Fabio Royyan lebih dulu diusir wasit pada menit ke-48, disusul Doni Aditya yang menerima kartu merah pada menit ke-80. Kondisi ini membuat ritme pertandingan menjadi tidak stabil dan penuh tekanan.
Usai laga, pelatih Persiba Balikpapan U19, Aidin Elmi, memilih fokus pada evaluasi teknis tim ketimbang menyoroti kepemimpinan wasit yang sempat memunculkan kontroversi.
Ia menegaskan bahwa salah satu penyebab utama kegagalan timnya meraih kemenangan adalah kurangnya kedisiplinan pemain dalam mengantisipasi situasi bola mati. Padahal, skema pertahanan terhadap set piece sudah menjadi bagian dari instruksi yang diberikan sebelum pertandingan.
“Gol yang kami terima berasal dari situasi yang sebenarnya sudah kami antisipasi. Namun di lapangan, pemain kurang disiplin dalam menjalankan instruksi,” ujarnya.
Selain itu, Aidin juga mengakui bahwa faktor kelelahan turut memengaruhi performa tim. Jadwal padat dengan tiga pertandingan beruntun membuat kondisi fisik pemain mulai menurun, terutama di menit-menit akhir pertandingan.
“Stamina pemain mulai terlihat menurun, apalagi di fase akhir laga. Ini menjadi catatan penting untuk kami ke depan,” jelasnya.
Meski demikian, Aidin tetap memberikan apresiasi terhadap semangat juang anak asuhnya. Ia menilai tim tetap mampu menjaga organisasi permainan dengan baik meski harus bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit sejak awal babak kedua.
“Di sisi positif, saya melihat determinasi pemain sangat baik. Mereka tetap kompak dan disiplin meski dalam tekanan dan kekurangan pemain,” tambahnya.
Lebih lanjut, Aidin juga melihat adanya perkembangan positif dari performa tim sejak pertandingan pertama hingga laga ketiga. Ia menilai mentalitas bertanding para pemain semakin matang dan mampu menunjukkan konsistensi dalam bermain kolektif.
“Secara keseluruhan saya cukup puas. Ada progres yang terlihat, terutama dari segi kekompakan dan konsistensi permainan,” tutupnya.
Hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Persiba Balikpapan U19 untuk terus meningkatkan performa, terutama dalam aspek disiplin bertahan dan manajemen kondisi fisik, demi meraih hasil lebih maksimal di pertandingan selanjutnya. (bbs)






