Persipura Jayapura Mulai Bergerak, Tiga Kandidat Pelatih Disiapkan untuk Liga 2 Musim 2026/2027

JAYAPURA, viralsumsel.com – Persipura Jayapura mulai melakukan persiapan serius menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027 yang dijadwalkan bergulir pada pertengahan September mendatang.

Manajemen klub berjuluk Mutiara Hitam itu kini bergerak cepat menyusun fondasi tim, termasuk menentukan sosok pelatih kepala yang akan memimpin perjalanan Persipura musim depan.

Manajer Persipura, Owen Rahadiyan, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini telah menjalin komunikasi dengan tiga kandidat pelatih potensial. Meski begitu, identitas para kandidat tersebut masih dirahasiakan dan akan diumumkan dalam waktu dekat.

“Untuk posisi pelatih, kami sudah melakukan komunikasi dengan beberapa kandidat. Ada sekitar tiga nama yang sedang dibahas dan dalam waktu dekat akan kami umumkan,” ujar Owen saat menghadiri perayaan HUT ke-63 Persipura pada Senin (25/5/2026) malam.

Menurut Owen, penentuan pelatih menjadi langkah krusial karena akan memengaruhi proses pembentukan skuad secara keseluruhan. Sosok pelatih nantinya akan memiliki peran penting dalam menentukan kebutuhan pemain dan arah permainan tim musim depan.

Tak hanya fokus mencari pelatih, manajemen Persipura juga tengah melakukan evaluasi besar-besaran terhadap seluruh elemen klub. Evaluasi itu mencakup tim pelatih, pemain, ofisial, manajemen, hingga panitia pelaksana pertandingan.

Baca Juga :  PSSI Panggil 5 Matchcoom Tebaik Sumsel untuk Putaran Nasional Liga 3

Owen menegaskan bahwa Persipura tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan pembenahan karena kompetisi akan segera dimulai dalam beberapa bulan ke depan.

“Kami melakukan evaluasi total terhadap semua aspek di klub. Mulai dari pemain, ofisial, manajemen, hingga perangkat pertandingan. Waktu yang tersedia sangat singkat, sekitar dua minggu untuk menyelesaikan proses awal ini,” jelasnya.

Selain urusan teknis tim, Persipura juga masih menunggu keputusan akhir dari PSSI terkait proses banding atas sanksi yang dijatuhkan setelah insiden kericuhan pada laga kandang beberapa waktu lalu.

Menurut Owen, keputusan Komite Disiplin PSSI tersebut akan berdampak besar terhadap perencanaan finansial klub, terutama jika Persipura harus menjalani pertandingan tanpa penonton.

Ia mengakui skenario pertandingan tertutup menjadi tantangan serius karena berpotensi mengurangi pemasukan klub dari sektor tiket dan dukungan pertandingan kandang.

Baca Juga :  Kisah Haru, Penjaga Mes Persik Ungkap Kenangan Indah Bersama Budiardjo

“Kami tentu harus menyiapkan berbagai kemungkinan, termasuk jika harus bermain tanpa penonton. Kondisi itu akan sangat memengaruhi sisi keuangan klub,” katanya.

Meski demikian, manajemen Persipura tetap berharap keputusan hukuman dapat dipertimbangkan kembali melalui proses banding yang telah diajukan.

Owen menilai insiden yang terjadi di kandang Persipura memiliki konteks berbeda dibanding sejumlah kasus lain yang sampai menyebabkan pertandingan dihentikan total di tengah laga.

“Kami berharap poin-poin dalam surat banding bisa menjadi pertimbangan bagi PSSI. Harapan kami tentu hukuman larangan penonton satu musim penuh dapat dikaji ulang,” ujarnya.

Persipura sendiri merupakan salah satu klub dengan sejarah besar di sepak bola Indonesia. Karena itu, publik Papua berharap Mutiara Hitam segera bangkit dan kembali bersaing untuk merebut tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional.

Dengan persiapan yang mulai dilakukan sejak dini, manajemen berharap Persipura mampu membangun tim yang lebih kompetitif dan stabil menghadapi kerasnya persaingan Liga 2 musim depan. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *