Pilar Pertahanan Ekuador Bersinar Jelang Piala Dunia 2026, Piero Hincapie dan Willian Pacho Jadi Sorotan Dunia

JAKARTA, viralsumsel.com – Tim nasional Ekuador mendapat suntikan kepercayaan diri besar menjelang tampil di FIFA World Cup 2026. Dua bek andalan mereka, Piero Hincapie dan Willian Pacho, kembali menjadi sorotan setelah tampil impresif di level tertinggi sepak bola Eropa.

Keduanya dijadwalkan bergabung dalam pemusatan latihan Ekuador pada 1 Juni, hanya dua hari usai membela klub masing-masing di final Liga Champions UEFA di Budapest. Hincapie memperkuat Arsenal F.C., sementara Pacho bersama Paris Saint-Germain F.C..

Final Liga Champions kali ini tak hanya memperebutkan gelar bergengsi Eropa, tetapi juga membuka jalan menuju ajang global seperti FIFA Intercontinental Cup 2026 dan edisi berikutnya FIFA Club World Cup.

Bagi Ekuador, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Dalam dua tahun beruntun, negara Amerika Selatan itu memiliki pemain yang tampil di puncak kompetisi Eropa. Pacho bahkan telah mencatat sejarah sebagai pemain Ekuador pertama yang meraih gelar Liga Champions bersama PSG pada 2025.

Menariknya, Hincapie dan Pacho lahir di Provinsi Esmeraldas hanya terpaut beberapa bulan. Hincapie berasal dari Kota Esmeraldas, sedangkan Pacho tumbuh di Quininde. Kini keduanya bersiap tampil di Piala Dunia kedua mereka setelah sebelumnya menjadi bagian skuad Ekuador di Qatar 2022.

Baca Juga :  Pagi Ini Otw, Sriwijaya FC Boyong 30 Pemain ke Jakarta

Saat turnamen di Qatar berlangsung, Hincapie tampil penuh dalam seluruh laga fase grup. Sementara Pacho belum mendapat kesempatan bermain. Namun kini keduanya berkembang menjadi fondasi utama pertahanan tim nasional.

Perjalanan mereka juga pernah bertemu di level junior.

Pada 2020, Hincapie dan Pacho sama-sama membawa Independiente del Valle menjuarai CONMEBOL Libertadores U-20, sekaligus menjadi satu-satunya klub asal Ekuador yang pernah mengangkat trofi tersebut.

Bersama nama-nama seperti Moises Caicedo dan Pedro Vite, mereka menundukkan River Plate 2-1 di final.

Kini Ekuador menatap Piala Dunia 2026 dengan optimisme tinggi. La Tri akan membuka perjuangan pada 14 Juni melawan Ivory Coast, sebelum menghadapi Curacao dan Germany di Grup E.

Pelatih muda yang pernah membimbing keduanya di level junior, Yuri Solano, mengaku bangga melihat perkembangan dua mantan anak asuhnya.

Menurut Solano, Hincapie dan Pacho adalah gambaran generasi emas sepak bola Ekuador yang lahir dari kerja keras, kedisiplinan, dan ambisi besar untuk membantu keluarga serta mengubah masa depan.

Baca Juga :  PSG Tekuk Tottenham 5-3, Vitinha Hattrick dan Les Parisiens Melaju ke Papan Atas

Ia menilai keduanya punya karakter berbeda.

Hincapie disebut lebih agresif, cepat membaca permainan, dan selalu berpikir beberapa langkah ke depan ketika menghadapi lawan.

Sementara Pacho tampil lebih tenang, disiplin, dan sangat detail dalam menjaga pergerakan di lini belakang.

Meski karakter mereka kontras, Solano menegaskan ada satu kesamaan besar yang membuat keduanya mampu bersaing di Eropa: semangat kompetitif yang sangat tinggi.

Ia juga mengingat bagaimana Pacho sempat kurang diperhitungkan saat remaja karena secara fisik tidak terlalu menonjol dibanding pemain lain.

Namun kerja keras dan konsistensinya justru mengubah semuanya.

Kini dari Rusia, tempatnya bekerja sebagai direktur pengembangan pemain muda di Rubin Kazan, Solano bersiap menyaksikan kedua mantan anak didiknya tampil di panggung terbesar dunia.

Bagi Solano, perjalanan Hincapie dan Pacho menjadi bukti bahwa sepak bola selalu menghadirkan cerita indah.

Dari lapangan sederhana di bawah terik panas Ekuador, mereka kini berdiri di stadion megah dunia dan menjadi tumpuan harapan jutaan pendukung La Tri. (fifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *