Prabowo Gagas Gentengisasi Nasional: Targetkan Atap Seng Hilang dari Indonesia

Foto tangkapan layar YouTube Setpres

 

viralsumsel.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan gagasan “gentengisasi” sebagai upaya memperbaiki wajah permukiman sekaligus kualitas hunian masyarakat. Program ini diumumkan saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Gentengisasi merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang digagas Prabowo. Intinya, pemerintah mendorong penggantian atap rumah berbahan seng dengan genteng yang dinilai lebih sejuk, tahan lama, dan enak dipandang.

Menurut Prabowo, dominasi atap seng di banyak kota dan desa membuat lingkungan terlihat kumuh dan tidak nyaman untuk ditinggali. Selain mudah panas, seng juga rentan berkarat dan dianggap menciptakan kesan kemunduran.

Baca Juga :  Telkom Indonesia Perkenalkan Cara Baru Belajar AI Lewat Workflow Nyata di Indigo AI Connect 2025

“Kalau atap rumah panas dan berkarat, bagaimana rakyat bisa sehat dan bahagia? Indonesia tidak akan terlihat indah kalau masih didominasi seng,” kata Prabowo di hadapan para kepala daerah.

Untuk merealisasikan gagasan tersebut, Prabowo menyiapkan peran Koperasi Merah Putih sebagai motor produksi. Koperasi-koperasi ini nantinya akan dibekali fasilitas pabrik genteng berskala lokal. Bahan baku genteng dirancang berasal dari tanah yang dicampur dengan material limbah tertentu agar lebih ringan dan kuat.

Prabowo menilai konsep ini tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi di daerah. Produksi genteng oleh koperasi diharapkan menciptakan lapangan kerja sekaligus menekan biaya pembangunan rumah.

Dalam pemaparannya, Prabowo juga menampilkan perbandingan visual rumah sebelum dan sesudah menggunakan genteng. Ia menantang para bupati dan wali kota untuk serius membenahi wilayahnya.

Baca Juga :  ANTAM Raih Apresiasi ICDX Berkat Komitmen Energi Bersih di UBPP Logam Mulia

“Yang mau kotanya indah, ayo kita jalan bersama. Desa indah, kecamatan indah, kota indah itu tanggung jawab kita,” tegasnya.

Prabowo turut menyinggung kearifan lokal masa lalu, ketika rumah-rumah di Indonesia menggunakan atap rumbia atau ijuk yang sejuk dan ramah lingkungan. Ia berharap, dalam beberapa tahun ke depan, pemandangan seng berkarat tak lagi mendominasi permukiman Tanah Air.

“Wisatawan tidak datang untuk melihat karat. Karat itu simbol kemunduran. Indonesia harus tampil sebagai bangsa yang bangkit, kuat, dan membahagiakan rakyatnya,” pungkas Prabowo. (mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *