BEKASI, viralsumsel.com – Sriwijaya FC akhirnya resmi memperkenalkan pemain asing pertamanya pada kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2025/26. Sosok tersebut adalah Priest-Tyson Zachary Tobias atau yang akrab disapa Zac Tyson, bek berusia 27 tahun asal Inggris.
Kehadiran Tyson menjadi langkah strategis manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) dalam upaya membangkitkan performa tim pada putaran ketiga. Sebelumnya, Laskar Wong Kito menjalani putaran pertama dan kedua tanpa satu pun pemain asing dalam skuad.
Rekam Jejak dan Statistik
Sebelum bergabung dengan Sriwijaya FC, Tyson tercatat memperkuat Persiraja Banda Aceh. Ia juga sempat merumput bersama Qalali Club di Liga 2 Bahrain. Namun, kiprahnya bersama Persiraja tidak berjalan maksimal lantaran dibekap cedera yang membatasi penampilannya.
Berdasarkan catatan statistik, Tyson tampil dalam delapan pertandingan, mencatat satu assist dengan akurasi umpan impresif, yakni 201 sukses dari 221 percobaan. Dalam aspek defensif, ia membukukan delapan tekel, sembilan intersepsi, serta 13 sapuan. Dari sisi disiplin, Tyson terbilang bersih tanpa kartu kuning maupun kartu merah, meski tercatat melakukan tujuh pelanggaran.
Statistik tersebut menunjukkan karakter permainan Tyson sebagai bek yang tenang, disiplin, dan efektif dalam distribusi bola.
Misi Keluar dari Zona Degradasi
Sriwijaya FC saat ini berada dalam situasi sulit. Hingga pekan ke-18, tim belum sekalipun meraih kemenangan. Dari 18 laga, Sriwijaya FC hanya mengoleksi dua hasil imbang dan menelan kekalahan di pertandingan lainnya. Kondisi tersebut membuat mereka terpuruk di dasar klasemen Grup 1 wilayah barat.
Jika gagal bangkit pada sisa pertandingan, ancaman degradasi ke Liga 3 musim depan menjadi kenyataan pahit yang harus dihadapi.
Direktur Olahraga PT SOM, Anggoro Prajesta, memastikan Tyson telah bergabung bersama tim dan menetap di mess Sriwijaya FC di Depok. Ia berpeluang menjalani debut saat menghadapi FC Bekasi City.
“Tyson sudah bersama tim dan dalam kondisi siap. Kemungkinan besar ia akan dimainkan pada laga terdekat,” ujar Anggoro.
Di bawah arahan pelatih Iwan Setiawan, Tyson diplot sebagai pemain bertahan serbabisa. Ia mampu beroperasi sebagai bek tengah maupun gelandang bertahan, memberikan fleksibilitas taktik bagi tim.
Tyson sendiri menyatakan tekadnya untuk membantu Sriwijaya FC keluar dari tren negatif. Ia ingin mendapatkan menit bermain lebih banyak sekaligus berkontribusi maksimal.
“Saya akan memberikan yang terbaik dan bekerja keras untuk membantu tim ini,” tegasnya.
Kehadiran Tyson diharapkan menjadi energi baru bagi Sriwijaya FC dalam misi bertahan di Liga 2 musim ini. (bbs)






