SEMARANG, viralsumsel.com – PSIS Semarang harus merelakan salah satu aset muda berbakatnya hengkang jelang bergulirnya Championship 2025/26.
Klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu secara resmi melepas bek muda Rahmat Syawal ke klub peserta BRI Super League 2025/26, Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Rahmat Syawal, yang baru berusia 19 tahun dan berasal dari Aceh, berposisi sebagai stopper. Transfernya ke Bhayangkara FC disepakati melalui skema fee transfer yang telah dirundingkan kedua belah pihak. Meski tak merinci nominalnya, manajemen PSIS menegaskan proses negosiasi berjalan lancar dan profesional.
“Rahmat Syawal resmi kami lepas ke Bhayangkara FC dengan skema fee transfer, dan kesepakatan ini telah diterima semua pihak. Atas nama manajemen PSIS, kami mengucapkan terima kasih kepada Rahmat Syawal dan mendoakan kesuksesan untuk perjalanan kariernya di masa depan,” ujar Direktur Utama PT Mahesa Jenar Semarang, Agung Buwono, dalam keterangan resminya.
Kepergian Rahmat Syawal tentu meninggalkan ruang di sektor pertahanan. Namun, Agung memastikan PSIS telah mempersiapkan opsi pengganti. Menurutnya, pelatih Kahudi Rahman sudah memiliki sejumlah nama yang siap mengisi lini belakang, termasuk para pemain yang tampil impresif dalam laga uji coba pra-musim.
“Untuk lini belakang PSIS, coach Kahudi sudah punya beberapa nama yang siap tampil, seperti Syiha Buddin dan Aqsha Saniskara, yang sudah menunjukkan performa baik di dua laga uji coba terakhir,” imbuh Agung.
Rahmat Syawal sendiri mulai mencuri perhatian sejak menembus skuad utama PSIS di musim lalu. Dalam ajang BRI Liga 1 2024/25, ia tampil dalam 14 pertandingan dengan total 838 menit bermain. Dari jumlah tersebut, ia 10 kali dipercaya sebagai starter dan empat kali masuk sebagai pemain pengganti. Penampilannya yang lugas dan disiplin di jantung pertahanan membuatnya sempat menjadi salah satu andalan pelatih.
Tak hanya di level klub, Rahmat juga mendapat pengakuan di level nasional. Ia beberapa kali absen membela PSIS karena harus memenuhi panggilan Timnas Indonesia U-20. Kesempatan itu memberinya pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah jam terbang di kompetisi internasional.
Kepindahannya ke Bhayangkara FC bisa menjadi babak baru dalam kariernya. Bhayangkara yang kini bermarkas di Lampung tengah membangun skuad kompetitif untuk bersaing di kasta tertinggi. Bagi Rahmat, tantangan ini menjadi peluang besar untuk berkembang lebih cepat, mengingat ia akan menghadapi lawan-lawan dengan kualitas lebih tinggi dibandingkan di Championship.
Bagi PSIS, langkah ini juga menunjukkan komitmen klub dalam mengelola talenta muda. Meski harus melepas pemain potensial, manajemen menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan tim sekaligus memberi ruang bagi regenerasi. Kehadiran pemain-pemain muda lain yang telah dipersiapkan diharapkan dapat mengisi kekosongan yang ditinggalkan Rahmat.
Dengan bursa transfer yang masih terbuka, bukan tidak mungkin PSIS akan kembali melakukan pergerakan untuk memperkuat lini belakang. Namun, Agung Buwono menegaskan bahwa prioritas saat ini adalah memaksimalkan pemain yang sudah ada dan menjaga kekompakan tim sebelum kompetisi resmi dimulai.






