PSIS U19 Ditahan PSMS Medan, Dicky Firasat Tetap Apresiasi Perkembangan Tim

Bekasi, Viralsumsel.com – Tim muda PSIS Semarang U-19 harus puas berbagi poin setelah bermain imbang tanpa gol menghadapi PSMS Medan U-19 pada laga perdana putaran kedua Elite Pro Academy Championship U-19 2026 Grup C. Pertandingan tersebut digelar di Lapangan 1 Akademi Sepak Bola Garudayaksa, Minggu (19/4).

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil disiplin dan berusaha mengembangkan permainan. PSIS U19 terlihat lebih dominan dalam penguasaan bola, terutama pada babak pertama, dengan sejumlah peluang yang sempat mengancam pertahanan lawan. Namun, efektivitas penyelesaian akhir menjadi kendala sehingga skor tetap bertahan 0-0 hingga pertandingan usai.

Pelatih PSIS U19, Dicky Firasat, mengungkapkan rasa cukup puas terhadap performa anak asuhnya, meskipun gagal meraih kemenangan. Ia menilai adanya peningkatan signifikan dalam pola permainan tim dibandingkan laga-laga sebelumnya.

Baca Juga :  Pelatih M. Nasuha Ingin Persiba Balikpapan Maksimalkan Dua Laga Tandang Berat

“Alhamdulillah, dalam pertandingan ini terlihat progres yang cukup baik. Saya senang dengan cara bermain anak-anak, terutama di babak pertama saat kami mampu menguasai bola dan menciptakan peluang, meskipun belum berbuah gol,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dicky menegaskan bahwa dalam kompetisi usia muda, hasil akhir bukanlah satu-satunya tolok ukur. Ia lebih memprioritaskan perkembangan individu pemain serta kekompakan tim sebagai fondasi jangka panjang.

“Banyak hal positif yang saya lihat. Tujuan utama kami adalah bagaimana pemain berkembang. Soal hasil pertandingan, itu bukan prioritas utama di level ini,” tambahnya.

Meski demikian, pelatih yang merupakan mantan penyerang tersebut tetap mencatat beberapa aspek penting yang perlu segera diperbaiki. Ia menyoroti lambatnya respons tim saat kehilangan bola, yang membuat lawan memiliki waktu lebih lama untuk menguasai permainan.

Baca Juga :  Lengkap! Inilah Jadwal Pegadaian Championship Pekan ke-14

Selain itu, kondisi fisik pemain di babak kedua juga menjadi perhatian. Dicky menilai intensitas permainan menurun sehingga memengaruhi performa tim secara keseluruhan.

“Evaluasi utama ada pada transisi negatif, saat kehilangan bola harusnya bisa lebih cepat merebut kembali. Selain itu, kondisi fisik juga perlu ditingkatkan karena di babak kedua terlihat menurun,” jelasnya.

Meski belum meraih kemenangan, hasil ini tetap menjaga peluang PSIS U19 dalam persaingan ketat di Grup C EPA Championship U19 2026. Dicky pun optimistis timnya mampu tampil lebih baik pada laga berikutnya, selama evaluasi yang ada dapat segera diperbaiki. (Lib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *