Rapat Sampai Jam 2 Pagi, Bahlil Kunci Impor BBM

Foto dok Kementerian ESDM

 

 

viralsumsel.com, JAKARTA– Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah mulai mengunci pintu impor bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini ditegaskan sebagai bagian dari strategi besar kemandirian energi nasional yang dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto usai rapat maraton dengan jajaran PT Pertamina (Persero).

Rapat tersebut berlangsung hingga pukul 02.00 dini hari dan melibatkan seluruh direksi serta komisaris Pertamina. Dari pertemuan itu, pemerintah memastikan peningkatan kapasitas kilang dalam negeri menjadi kunci utama menghentikan ketergantungan impor BBM.

Bahlil menyebut proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) menjadi tulang punggung kebijakan tersebut. Melalui proyek ini, produksi BBM dengan kualitas tinggi mulai dari Ron 92, Ron 95 hingga Ron 98 akan dipenuhi dari kilang nasional, termasuk untuk kebutuhan SPBU swasta.

Baca Juga :  Solusi Digital Terkini Untuk Industri F&B

“Kami laporkan langsung ke Presiden. Dengan RDMP ini, produksi BBM berkualitas tinggi akan kita tingkatkan agar tidak lagi bergantung pada impor,” ujar Bahlil saat peresmian operasional megaproyek RDMP Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).

Ia menegaskan, kebijakan menghentikan impor BBM bukan sekadar keputusan teknis, melainkan amanat konstitusi. Bahlil merujuk Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan cabang-cabang produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak wajib dikuasai negara.

“Ini bukan pilihan, ini perintah konstitusi. Negara harus hadir dan menyiapkan infrastrukturnya,” tegasnya.

Dengan beroperasinya kilang Balikpapan sebagai kilang terbesar di Indonesia, pemerintah memperkirakan penghematan devisa negara bisa mencapai lebih dari Rp 60 triliun. Efisiensi ini didorong oleh peningkatan kapasitas pengolahan minyak mentah dari 260 ribu barel menjadi 360 ribu barel per hari, berkat penguatan fasilitas Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC).

Baca Juga :  Dukung Puncak Seremoni Satu Abad NU, Bank Artha Graha Internasional Fasilitasi Pembayaran Cashless

Tak hanya menambah volume, RDMP juga meningkatkan kualitas BBM hingga setara standar Euro 5 serta mendukung target net zero emission nasional.

“Tambahan kapasitas 100 ribu barel per hari ini menghasilkan sekitar 5,8 juta kiloliter bensin per tahun. Dengan konsumsi nasional 38 juta kiloliter, impor bensin bisa ditekan signifikan,” jelas Bahlil.

Ia bahkan memastikan, mulai tahun ini Indonesia tidak lagi mengimpor solar, sesuai arahan langsung Presiden Prabowo.

“Untuk solar, atas perintah Bapak Presiden, insyaallah ke depan tidak ada lagi impor,” pungkasnya. (mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *