Bahlil Buka Opsi Larang Ekspor Timah, Pemerintah Gaspol Hilirisasi Mineral

Foto dok Kementerian ESDM

 

viralsumsel.com, JAKARTA – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kembali melempar sinyal keras soal arah kebijakan sumber daya alam. Setelah sukses menghentikan ekspor bauksit, pemerintah kini membuka opsi menutup keran ekspor komoditas mentah lain, salah satunya timah. Targetnya jelas yaitu mempercepat hilirisasi dan memperkuat fondasi ekonomi nasional.

“Kalau tahun lalu kita setop ekspor bauksit, tahun depan kita akan kaji beberapa komoditas lain, termasuk timah,” kata Bahlil, Minggu (15/2/2026).

Ia menegaskan, menjual bahan mentah ke luar negeri bukan lagi pilihan. Pemerintah ingin nilai tambah komoditas dinikmati di dalam negeri melalui pembangunan industri pengolahan. Bahlil menyebut pengalaman larangan ekspor bijih nikel pada 2018-2019 sebagai bukti nyata.

Saat itu, nilai ekspor nikel Indonesia hanya sekitar US$ 3,3 miliar. Namun setelah kebijakan hilirisasi diterapkan, angka tersebut melonjak drastis menjadi US$ 34 miliar pada 2024, naik hampir 10 kali lipat hanya dalam lima tahun.

Baca Juga :  Bahlil Bongkar Rencana Besar: Kualitas Solar RI Mau Disetarakan Euro 5

“Ini bukan sekadar angka, tapi bukti pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.

Untuk itu, Bahlil mendorong pelaku usaha tak ragu menanamkan modal untuk membangun fasilitas hilirisasi di Tanah Air. Menurutnya, peluang bisnis justru semakin terbuka lebar karena pasar domestik sudah tersedia.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan 18 proyek hilirisasi sebagai prioritas nasional 2026. Total nilai investasinya mencapai Rp 618 triliun, mencakup sektor strategis seperti bauksit, nikel, gasifikasi batu bara, hingga kilang minyak, dan ditargetkan mulai berjalan tahun ini.

Produk-produk hilirisasi tersebut diproyeksikan menjadi pengganti barang impor. Bahlil pun mengajak investor dalam negeri, termasuk perbankan, untuk ikut ambil bagian membiayai proyek strategis ini.

Baca Juga :  Dianggap Membatasi Kuota BBM SPBU Swasta, Warga Sipil Gugat Perdata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

“Pasarnya sudah ada di dalam negeri. Jangan sampai nilai tambahnya justru dikuasai pihak luar,” tegasnya.

Ke depan, hingga 2040, program hilirisasi diperkirakan mendatangkan investasi mencapai US$ 618 miliar. Sebagian besar berasal dari subsektor mineral dan batubara sebesar US$ 498,4 miliar, disusul minyak dan gas bumi US$ 68,3 miliar. Dampaknya tak main-main yaitu potensi ekspor US$ 857,9 miliar, tambahan PDB US$ 235,9 miliar, serta penyerapan lebih dari 3 juta tenaga kerja. (mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *