Rekor 13 Gol Just Fontaine di Piala Dunia 1958 Belum Tersentuh, Kisah Legenda Prancis yang Sulit Terulang

JAKARTA, viralsumsel.com – Hitung mundur menuju FIFA World Cup 2026 terus menghadirkan cerita bersejarah dari panggung sepak bola dunia. Memasuki 13 hari jelang turnamen, perhatian kembali tertuju pada salah satu rekor paling fenomenal dalam sejarah Piala Dunia yang hingga kini belum mampu dipatahkan.

Rekor itu milik legenda Just Fontaine.

Mantan penyerang France national football team tersebut mencatatkan pencapaian luar biasa di Piala Dunia 1958 di Swedia dengan membukukan 13 gol hanya dalam enam pertandingan. Sampai sekarang, jumlah itu masih menjadi rekor gol terbanyak yang dicetak seorang pemain dalam satu edisi Piala Dunia.

Catatan Fontaine bahkan belum mampu disamai para striker terbaik dunia selama puluhan tahun.

Di bawah namanya ada legenda Hungaria Sándor Kocsis dengan 11 gol pada 1954, kemudian Gerd Müller yang mencetak 10 gol pada 1970. Sementara Ademir de Menezes dan Eusébio sama-sama mengoleksi sembilan gol di era mereka masing-masing.

Baca Juga :  Liga 4 : Menang Uji Coba Perdana, PersiOKUT OKU Timur Agendakan Uji Coba Kedua

Menariknya, perjalanan Fontaine menuju rekor tersebut nyaris tidak pernah terjadi.

Saat berangkat ke Swedia, Fontaine bahkan hanya membawa satu pasang sepatu. Keputusan itu diambil karena dirinya tidak yakin akan menjadi pilihan utama di lini depan Prancis.

Namun situasi berubah.

Serangkaian cedera pemain membuat pelatih Prancis saat itu akhirnya memasukkan Fontaine ke dalam susunan utama saat menghadapi Paraguay national football team pada laga pembuka.

Drama belum berhenti.

Dalam sesi latihan terakhir sebelum pertandingan, salah satu sepatu Fontaine justru robek. Situasi itu membuatnya panik karena khawatir kesempatan tampil di Piala Dunia akan lenyap begitu saja.

Keberuntungan datang dari rekan setimnya, Stéphane Bruey.

Meski bersaing memperebutkan posisi di lini depan, Bruey meminjamkan sepatunya kepada Fontaine karena kebetulan memiliki ukuran yang sama.

Dari situlah sejarah tercipta.

Menggunakan sepatu pinjaman, Fontaine langsung tampil luar biasa dengan mencetak hattrick ke gawang Paraguay. Setelah itu ia mencetak dua gol saat menghadapi Yugoslavia national football team, kemudian satu gol kemenangan melawan Scotland national football team.

Baca Juga :  Sengit hingga Laga Terakhir, Ini Hasil dan Klasemen Grup F Piala Afrika 2025

Produktivitasnya terus berlanjut lewat dua gol ke gawang Northern Ireland national football team, satu gol saat menghadapi Brazil national football team, hingga empat gol sekaligus ketika Prancis menaklukkan West Germany national football team di perebutan tempat ketiga.

Total 13 gol dari enam pertandingan membuat Fontaine mencetak rata-rata satu gol setiap 42 menit—angka yang terasa luar biasa bahkan untuk standar sepak bola modern.

Lebih dari enam dekade berlalu, rekor itu tetap berdiri kokoh dan terus dikenang sebagai salah satu pencapaian paling luar biasa dalam sejarah Piala Dunia.

Menjelang World Cup 2026, nama Just Fontaine kembali diingat sebagai simbol ketajaman seorang striker yang tampil sempurna di momen terbesar sepak bola dunia. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *