PALEMBANG, viralsumsel.com — Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di lingkungan Universitas Muhammadiyah Palembang, Jumat (20/3/2026).
Ribuan jamaah memadati halaman Gedung KH. Faqih Usman untuk menunaikan ibadah salat Ied usai menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh civitas akademika, mulai dari pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa yang tidak pulang ke kampung halaman.
Selain itu, masyarakat sekitar kampus serta warga Muhammadiyah di Kota Palembang juga turut hadir, sehingga suasana semakin semarak dan penuh kehangatan.
Bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri tersebut adalah Dr. Antoni, M.H.I., dosen Fakultas Agama Islam.
Sementara khutbah disampaikan oleh Arif Jamali, S.Pd., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Dalam khutbahnya yang mengangkat tema “Saat Tauhid Menjelma Kepedulian Sosial”, ia menekankan bahwa Idul Fitri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk kembali pada kesucian dan nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam sambutan yang disampaikan oleh Wakil Rektor IV, Dr. Suroso PR, S.Ag., M.Pd.I., mewakili pimpinan universitas, pihak kampus menyampaikan apresiasi atas kehadiran jamaah dari berbagai kalangan.
Ia juga menegaskan komitmen universitas dalam mempertahankan kualitas pendidikan serta pengabdian kepada masyarakat, sejalan dengan status akreditasi unggul dan sertifikasi ISO yang dimiliki.
Lebih jauh, dalam isi khutbahnya, Arif Jamali mengingatkan bahwa nilai tauhid tidak cukup hanya diyakini dalam hati, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sosial. Ia mencontohkan zakat fitrah sebagai salah satu implementasi nyata, di mana Islam mengajarkan pentingnya berbagi agar kebahagiaan Idul Fitri dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, Ramadan merupakan proses pembentukan karakter yang mengajarkan pengendalian diri, baik dari sisi fisik maupun emosional. Oleh karena itu, nilai-nilai tersebut diharapkan tetap terjaga pasca-Ramadan, sehingga mampu melahirkan masyarakat yang lebih harmonis, adil, dan penuh kepedulian. (ump)







