Ruben Onsu Curhat Hak Bertemu Anak Terhambat, Minta Sarwendah Patuh Kesepakatan

Foto Ig Ruben

 

viralsumsel.com, JAKARTA – Drama rumah tangga Ruben Onsu dan Sarwendah rupanya belum berakhir meski keduanya resmi bercerai. Usai berpisah, kini Ruben merasa makin sulit bertemu dengan buah hatinya sendiri.

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkapkan kekecewaan mendalam kliennya. Ruben disebut terpukul karena aksesnya untuk menghabiskan waktu bersama ketiga anaknya seperti terhalang.

Dalam akta perceraian, Ruben berhak bertemu dan membawa anak-anak menginap selama dua hingga tiga hari per minggu. Namun, realitasnya justru jauh berbeda.

“Di akta kesepakatan sudah ada. Ruben berhak berkomunikasi, bertemu, bahkan membawa anak-anak menginap dua sampai tiga hari dalam seminggu,” ujar Minola Sebayang di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/11/2025).

Baca Juga :  Audisi Indonesian Idol XIV Hadir di Palembang! Siapkan Suaramu, Ini Jadwal dan Syaratnya!

“Tapi kenyataannya jauh dari itu.”

Menurut pihak Ruben, berbagai alasan terus bermunculan dari pihak Sarwendah setiap kali Ruben ingin menjemput atau mengajak anak-anaknya berkegiatan bersama. Salah satu yang paling sering terdengar adalah penolakan dari anak-anak.

Ia menilai, dalam situasi sensitif seperti ini, peran orang tua pengasuh dalam hal ini Sarwendah menjadi kunci agar anak tetap menjaga hubungan sehat dengan ayahnya.

“Seorang ibu itu harus bisa memberikan pengertian. Anak perlu tahu bahwa ayahnya juga butuh waktu bersama mereka,” tegas Minola.

“Kalau bilang anak sudah besar, definisi ‘dewasa’ itu menurut undang-undang adalah 18 tahun. Selama anak masih di bawah umur, tetap perlu bimbingan.”

Baca Juga :  Mawardi Yahya : KPID Harus Tegas Awasi Konten Lokal yang Tidak Bermoral

Minola menyebut keliru jika anak-anak justru dibiarkan menentukan sendiri apakah mereka ingin bertemu ayahnya atau tidak. Ia menilai, keputusan itu berada di tangan orang tua yang mendidik dan membimbingnya.

“Kita tidak bisa membiarkan anak kecil memutuskan semuanya. Ada hak pengasuhan, dan orang tua harus membantu anak memahami situasi, bukan menjadikannya alasan,” lanjutnya.

Minola menekankan pembinaan dan komunikasi yang baik seharusnya datang dari kedua belah pihak, bukan dari ego atau konflik yang belum selesai.

“Kita bicara kepentingan anak, bukan ego,” tegas Minola. (mel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *