Seleksi FLS3N Tingkat Kecamatan Muara Enim Disorot, Kapasitas Juri Dipertanyakan

Muara Enim || viralsumsel.com — Kegiatan perekrutan dan penyeleksian peserta Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kecamatan Muara Enim telah dilaksanakan pada Kamis (09/04/2026) di Gedung KKG Kabupaten Muara Enim. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa sekolah dasar dari berbagai sekolah di wilayah kecamatan muara enim untuk menjaring peserta terbaik menuju tingkat kabupaten.

Pelaksanaan seleksi berlangsung dengan berbagai cabang lomba seni dan sastra. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka dengan penuh semangat di hadapan dewan juri.

Namun demikian, kegiatan ini menuai sorotan dari sejumlah pihak. Kapasitas dewan juri menjadi perhatian utama, karena seluruh juri yang bertugas diketahui merupakan kepala sekolah tanpa melibatkan tenaga ahli atau praktisi seni yang sesuai dengan bidang lomba.

Baca Juga :  Pj Bupati Apriyadi Ingatkan IMMuba Jangan Jadi Korban Politik Praktis

Selain itu, pihak seleksi FLS3N di tingkat kecamatan Muara Enim juga dipertanyakan karena dinilai tidak kompatibel dengan standar penilaian lomba seni dan sastra. Beberapa pendamping peserta menilai bahwa ketidaksesuaian latar belakang juri dengan cabang lomba berpotensi memengaruhi objektivitas hasil penilaian.

“Penilaian seni itu membutuhkan keahlian khusus. Jika juri tidak berasal dari bidang yang relevan, tentu hasilnya bisa dipertanyakan,” ungkap salah satu pendamping yang enggan disebutkan identitasnya.

Meskipun demikian, panitia pelaksana menyatakan bahwa kegiatan tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan hasil seleksi akan digunakan untuk menentukan perwakilan kecamatan ke tingkat berikutnya.

FLS3N merupakan ajang bergengsi Di Tingkat Nasional penting dalam mengembangkan bakat dan kreativitas siswa di bidang seni dan sastra.

Baca Juga :  Pelatihan Vokasi BLK Lahat 2026 Resmi Dibuka, Dihadiri Menaker RI Prof. Yassierli

Diharapkan ke depan, pelaksanaan seleksi di tingkat kecamatan dapat lebih profesional, termasuk dalam penunjukan juri yang kompeten dan sesuai dengan bidangnya, bukan penunjukan kepala sekolah sebagai juri, agar kualitas dan kredibilitas hasil seleksi semakin terjamin. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *