Semen Padang Dipermalukan Persebaya 0-7, Imran Nahumarury Tetap Apresiasi Perjuangan Tim

PADANG, viralsumsel.com – Semen Padang FC kembali menelan hasil pahit pada lanjutan pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026.

Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (15/5/2026) sore, Kabau Sirah harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan skor telak 0-7.

Kekalahan tersebut menjadi salah satu hasil paling menyakitkan bagi Semen Padang sepanjang musim ini. Tidak hanya mempertegas keterpurukan tim, hasil itu juga menambah daftar panjang tren negatif Kabau Sirah yang kini sudah menelan delapan kekalahan beruntun di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Persebaya tampil dominan sejak awal pertandingan. Tim tamu sukses membuka keunggulan melalui Francisco Rivera pada menit ke-16 sebelum Catur Pamungkas menggandakan skor lima menit berselang.

Memasuki babak kedua, dominasi Bajul Ijo semakin sulit dibendung. Bruno Moreira mencetak gol ketiga pada menit ke-50, disusul Mihailo Perovic di menit ke-63. Sementara Bruno Paraiba tampil gemilang lewat torehan hattrick pada menit ke-68 melalui penalti, menit ke-74, dan gol penutup di masa injury time menit ke-90+3.

Baca Juga :  Temui Tokoh Bonek, Ketua Umum PSSI Erick Thohir Janji Tidak Ada Exco PSSI yang Menjabat Sebagai Koordinator Komite Wasit

Hasil 0-7 ini menjadi kekalahan terbesar Semen Padang musim ini sekaligus salah satu skor paling mencolok di ajang BRI Super League 2025/2026. Sebelumnya, skor identik juga sempat terjadi ketika PSBS Biak dihancurkan Malut United FC pada pekan ke-30.

Situasi tersebut semakin memperjelas kondisi sulit yang dialami Semen Padang. Klub asal Sumatera Barat itu sebelumnya telah dipastikan terdegradasi ke kasta kedua musim depan. Dalam enam pertandingan terakhir, mereka bahkan gagal mencetak gol sama sekali dan sudah kebobolan total 17 gol.

Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, mengakui timnya belum mampu tampil maksimal menghadapi tekanan Persebaya yang tampil sangat efektif sepanjang pertandingan.

Menurutnya, peluang yang dimiliki Semen Padang gagal dikonversi menjadi gol, sementara lawan mampu memanfaatkan hampir setiap kesempatan yang didapat.

“Kami sebenarnya punya peluang, tetapi tidak bisa dimaksimalkan menjadi gol. Sebaliknya, lawan sangat efektif. Namun saya tetap mengapresiasi para pemain karena mereka tetap berjuang hingga laga selesai,” ujar Imran usai pertandingan.

Baca Juga :  Persib Terancam Sanksi, Bojan Hodak Geram dengan Ulah Oknum Bobotoh di GBLA

Meski kecewa dengan hasil akhir, Imran tetap memberikan penghargaan atas kerja keras para pemain yang tetap berusaha tampil maksimal dalam situasi sulit. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter yang terus memberikan dukungan kepada tim sepanjang musim.

Pada laga tersebut, Semen Padang juga memberi kesempatan kepada sejumlah pemain yang minim menit bermain. Dua nama muda bahkan menjalani debut musim ini, yakni penjaga gawang Iqbal Bachtiar serta bek kanan Ghifari Azhhari.

Imran menegaskan keputusan tersebut sudah menjadi bagian dari rencana tim untuk memberi pengalaman bertanding kepada pemain muda menjelang berakhirnya kompetisi.

Sementara itu, kemenangan besar ini semakin memperlihatkan ketajaman lini serang Persebaya Surabaya yang tampil agresif dan efektif sepanjang pertandingan.

Dengan hasil tersebut, Semen Padang dipastikan harus segera melakukan evaluasi menyeluruh demi mempersiapkan diri menghadapi kompetisi musim depan di kasta kedua. (Lib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *