Senator Hj Eva Susanti Soroti Kelangkaan Solar di Sumsel Saat RDP dengan Pertamina: Antrean Panjang Hingga Memicu Konflik

JAKARTA, viralsumsel.com – Anggota Komite II DPD RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Selatan, Hj Eva Susanti S.E, MM, menyoroti persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di wilayah Sumatera Selatan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT Pertamina (Persero).

Rapat tersebut digelar oleh Komite II DPD RI pada Senin (8/6/2026) di Ruang Rapat Mataram, Gedung B DPD RI Lantai 2, Jakarta, mulai pukul 10.00 WIB. Agenda utama pembahasan mencakup stok dan harga BBM di berbagai daerah.

Dalam forum tersebut, Eva Susanti memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Sumsel terkait kesulitan memperoleh solar yang selama ini dikeluhkan para sopir angkutan dan pelaku usaha.

Menurut Eva, antrean panjang di sejumlah SPBU di Sumsel masih kerap terjadi akibat terbatasnya pasokan solar.

“Saya langsung mempertanyakan persoalan kelangkaan BBM, khususnya solar di Sumatera Selatan. Kondisi ini sering menimbulkan antrean panjang di SPBU,” ujar Senator -sebutan Anggota DPD RI- dua periode ini.

Senator Hj Eva Susanti Soroti Kelangkaan Solar di Sumsel Saat RDP dengan Pertamina: Antrean Panjang Hingga Memicu Konflik
Senator Hj Eva Susanti Soroti Kelangkaan Solar di Sumsel Saat RDP dengan Pertamina: Antrean Panjang Hingga Memicu Konflik. FG : viralsumsel.com /win

Ia menilai persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik sosial di lapangan. Eva menyinggung kasus tragis yang baru-baru ini terjadi di Kota Palembang.

Baca Juga :  Anggota DPD RI Amaliah Sobli Ungkap Keindahan Gunung Dempo, Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi!

Peristiwa itu menimpa seorang sopir truk bernama Yepran Firmansyah (33) di sebuah SPBU di Jalan Noerdin Pandji, Kecamatan Sukarami, Palembang. Berdasarkan informasi yang berkembang, kejadian bermula saat korban tengah mengantre untuk mengisi solar menggunakan truk yang dikemudikannya.

Situasi memanas ketika seorang pengendara mobil diduga menyerobot antrean pengisian BBM. Adu mulut sempat terjadi dan sempat dilerai petugas keamanan SPBU serta sopir lainnya.

Namun sekitar 30 menit kemudian, pelaku kembali datang bersama sejumlah rekannya menggunakan sepeda motor dan menyerang korban. Akibat penyerangan tersebut, korban meninggal dunia.

Eva menyebut peristiwa tersebut menjadi alarm penting bahwa persoalan distribusi dan antrean BBM tidak boleh dianggap sepele.

“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi. Nyawa manusia jauh lebih berharga. Persoalan antrean dan pasokan BBM harus segera dicarikan solusi yang konkret,” tegasnya.

Selain menyoroti antrean panjang, Eva juga mempertanyakan alasan pasokan BBM di Sumsel dinilai lebih terbatas dibanding beberapa provinsi lain di Sumatera, padahal Sumatera Selatan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil minyak dan gas.

Baca Juga :  Hj Eva Susanti Anggota Komite II DPD RI Soroti Masalah Sampah yang Viral Saat Kunjungan Presiden ke Banyuasin: Momentum Evaluasi Tata Kelola Lingkungan

Ia mengaku sering melihat langsung kondisi para sopir truk yang harus menunggu berjam-jam di SPBU ketika kembali ke daerah pemilihannya.

“Setiap kali pulang ke dapil, saya melihat sopir-sopir truk harus mengantre panjang. Bahkan ada yang sampai tidur-tiduran di sekitar SPBU sambil menunggu giliran mengisi solar. Saya berharap masalah ini segera mendapatkan penyelesaian,” katanya.

RDP tersebut dihadiri jajaran pimpinan dan pejabat PT Pertamina Patra Niaga Subholding Downstream, antara lain Wakil Direktur Utama I Taufik Aditiyawarman, Direktur Pemasaran Ritel Eko Ricky Susanto, Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi Hari Purnomo, Direktur Penunjang Bisnis Putut Andriatno, serta Corporate Secretary Roberth Marchelino Verieza.

Melalui forum tersebut, Komite II DPD RI diharapkan dapat mendorong evaluasi distribusi dan ketersediaan BBM di daerah, khususnya solar bersubsidi, agar kebutuhan masyarakat dan pelaku transportasi di Sumatera Selatan dapat terpenuhi dengan lebih baik. (ken)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *