BANDAR LAMPUNG, viralsumsel.com – Usianya sudah menginjak 37 tahun, namun naluri mencetak gol Ilija Spasojevic seakan tak pernah menua.
Striker naturalisasi asal Montenegro itu kembali membuktikan ketajamannya bersama Bhayangkara Presisi Lampung FC di ajang BRI Super League 2025/26.
Gol penalti yang ia cetak ke gawang PSM Makassar, pekan lalu, bukan hanya menyelamatkan tim dari kekalahan.
Lebih dari itu, torehan tersebut menegaskan status Spaso sebagai salah satu bomber paling konsisten di kancah sepak bola Indonesia.
Karier Panjang di Banyak Negara
Spaso memulai kiprah profesionalnya pada 2005 bersama Vojvodina di Serbia. Setelah itu, ia berkelana di sejumlah klub Eropa Timur, termasuk Sutjeska Niksic (Montenegro) dan Dinamo Tbilisi (Georgia).
Bersama Dinamo, ia tampil subur dengan 30 gol dari 61 laga serta meraih gelar Liga, Piala, dan Piala Super Georgia. Dari sanalah lahir julukan “Spasogoal”.
Tahun 2011, ia menapakkan kaki di Indonesia bersama Bali Devata, lalu bersinar di PSM Makassar. Kariernya sempat berlanjut ke Malaysia bersama Melaka United, di mana ia menjadi top skor sekaligus mengantar klub itu juara Malaysia Premier League 2016 setelah 33 tahun puasa gelar.
Legenda di Indonesia
Nama Spaso makin harum ketika memperkuat Persib Bandung dan Bhayangkara FC, di mana ia ikut membawa Bhayangkara juara Liga 1 2017.
Ia kemudian menjadi ikon Bali United, klub yang ia bantu meraih dua gelar Liga 1 secara beruntun. Tak hanya soal gol, loyalitas dan profesionalismenya membuat Spaso begitu dicintai publik Bali.
Sejak dinaturalisasi, Spaso juga menjadi bagian penting Timnas Indonesia, menghadirkan pengalaman sekaligus ketajaman di lini depan Garuda.
Tak Kenal Usia
Kini, kembali membela panji Bhayangkara, Spaso masih menjadi andalan. Gol ke gawang PSM membuatnya masuk daftar pencetak gol tertua di kasta tertinggi Indonesia: 37 tahun, 11 bulan, 5 hari.
Ia berada di posisi ke-11, tepat di bawah legenda Bambang Pamungkas. Rekor tertua masih dipegang Beto Goncalves (43 tahun, 9 bulan, 17 hari).
Meski usia kian menua, mental dan naluri golnya tak pernah luntur. Setiap kali berdiri di kotak penalti, lawan tetap harus waspada.
Kini publik sepak bola menunggu jawaban dari satu pertanyaan:
Akankah Spasogoal mampu terus mencetak gol hingga usianya menembus kepala empat, menyamai para legenda yang lebih dulu mewarnai sejarah Liga Indonesia? (bbs)






