Sriwijaya FC Belum Gelar Latihan Jelang Hadapi Persekat Tegal, Krisis Finansial Kian Mengkhawatirkan

PALEMBANG, viralsumsel.com –  Situasi sulit tengah menyelimuti Sriwijaya FC jelang laga pekan ke-15 Pegadaian Championship 2025/26 menghadapi Persekat Tegal di Stadion Trisanja, Tegal, Sabtu (10/1/2026).

Hingga empat hari menjelang pertandingan, tim berjuluk Elang Andalas itu belum juga menggelar sesi latihan. Kondisi ini mempertegas krisis yang kini dihadapi klub legendaris asal Sumatera Selatan tersebut.

Usai menelan kekalahan telak 2-5 dari PSPS Pekanbaru di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu (4/1/2026), Sriwijaya FC justru semakin terpuruk.

Bukan hanya dari sisi performa, tetapi juga masalah non-teknis yang kini menjadi sorotan utama, yakni krisis finansial yang mengancam keberlangsungan tim di kompetisi musim ini.

Keterbatasan dana membuat aktivitas tim nyaris terhenti. Hingga Selasa (6/1/2026), belum ada kepastian kapan sesi latihan akan kembali digelar. Padahal, laga kontra Persekat Tegal menjadi momentum penting bagi Sriwijaya FC untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Baca Juga :  Sriwijaya FC Pertahankan Ferry Rotinsulu

Saat ini, Persekat Tegal berada di peringkat ke-9 dengan raihan 12 poin, sementara Sriwijaya FC masih terpuruk di dasar klasemen dengan koleksi dua poin. Jarak tersebut sejatinya masih bisa dipangkas, andai persiapan tim berjalan optimal.

Seorang pemain Sriwijaya FC yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada informasi dari pelatih maupun manajemen terkait jadwal latihan.

“Belum ada kabar kapan mulai latihan lagi. Padahal kondisi fisik pemain jelas menurun kalau terlalu lama tidak berlatih,” ujarnya.

Pemain tersebut juga menyebutkan rencana keberangkatan tim ke Tegal diperkirakan pada Kamis (8/1/2026), dengan estimasi tiba pada Jumat (9/1/2026). Namun, rencana itu masih bersifat tentatif karena terkendala pembiayaan.

Baca Juga :  Baru Pulang dari Laga Tandang, Persiraja Langsung Tancap Gas Siapkan Diri Hadapi Sumsel United

Menurutnya, perjalanan ke Tegal membutuhkan dana besar, mulai dari biaya transportasi, penginapan, hingga kebutuhan logistik pemain selama berada di sana.

“Belum tahu akan naik bus atau pesawat. Kalau naik pesawat jelas lebih cepat dan kondisi pemain bisa lebih terjaga. Tapi kalau bus, perjalanan panjang pasti berpengaruh ke fisik,” jelasnya.

Kondisi ini membuat masa depan Sriwijaya FC di Pegadaian Championship 2025/26 berada di persimpangan, sekaligus menjadi alarm serius bagi manajemen untuk segera mencari solusi demi menyelamatkan tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan tersebut. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *