Sriwijaya FC Krisis Dana, David Ungkap Calon Investor Mundur Akibat Serangan Akun Medsos

PALEMBANG, viralsumsel.com – Kondisi finansial Sriwijaya FC semakin memprihatinkan dalam mengaruni kompetisi Pegadian Championship atau Liga 2 Indonesia 2025/26.

Klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan itu disebut kehilangan peluang dukungan finansial setelah dua pengusaha lokal yang berniat membantu justru mendapat serangan bertubi-tubi dari akun media sosial tak bertanggung jawab.

Hal tersebut diungkapkan oleh David, Wakil Presiden Sriwijaya FC non-aktif, yang menyebut bahwa manajemen sebenarnya telah berupaya maksimal membuka pintu komunikasi dengan para pengusaha di Palembang dan Sumatera Selatan demi menyelamatkan klub dari krisis keuangan yang kini melanda.

David menjelaskan, dalam proses pencarian sponsor dan donatur, pihaknya sempat mendapatkan respons positif dari dua pengusaha lokal, yakni Rendi dan Awang. Keduanya bahkan disebut sudah menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan demi keberlangsungan Sriwijaya FC di kompetisi Pegadaian Championship 2025/26.

Baca Juga :  Tugas Berat Eko Saputro sebagai Manajer Baru Sriwijaya FC di Putaran Kedua

Namun, niat baik tersebut justru berujung pada situasi yang tidak diharapkan. Menurut David, sejak kedua pengusaha itu mulai menunjukkan ketertarikan membantu Sriwijaya FC, muncul serangan personal dari sejumlah akun media sosial yang menyerang secara brutal dan tidak beretika.

“Ketika mereka hadir dengan niat tulus membantu Sriwijaya FC, justru yang terjadi adalah serangan bertubi-tubi di media sosial. Serangannya bukan kritik membangun, tapi sudah masuk ke ranah personal dan sangat merugikan,” ujar David.

Tak hanya para calon donatur, David juga mengaku menjadi sasaran serangan dari akun-akun anonim tersebut. Ia menilai kondisi ini membuat ruang gerak manajemen semakin sempit dan memunculkan kesan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menghambat upaya penyelamatan klub.

“Situasi ini menunjukkan seolah-olah kami tidak diberi ruang untuk bekerja dengan tenang dan maksimal. Padahal niat kami hanya satu, memberikan yang terbaik untuk Sriwijaya FC,” tambahnya.

Baca Juga :  Budi Sudarsono Buka Suara soal Pergantian Pelatih Sriwijaya FC, Singgung Tunggakan Kewajiban

Lebih lanjut, David menilai tekanan di media sosial itu berdampak serius. Rendi dan Awang, yang awalnya siap membantu, akhirnya memilih mundur karena merasa tidak aman dan khawatir terhadap reputasi serta kenyamanan pribadi mereka.

Akibatnya, hingga saat ini Sriwijaya FC masih bergulat dengan persoalan finansial yang belum menemukan solusi konkret. Krisis dana ini turut berdampak pada persiapan tim, operasional klub, hingga keberlangsungan kompetisi yang tengah dijalani.

David berharap ke depan seluruh elemen suporter dan masyarakat bisa lebih bijak dalam menyampaikan aspirasi, serta tidak mengintimidasi pihak-pihak yang berniat membantu Sriwijaya FC. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *