SUCOFINDO Perkuat Kerja Sama Sertifikasi Global di Forum CQC 2026 Shanghai

SHANGHAI, viralsumsel.com — PT SUCOFINDO (Persero) memperkuat komitmennya dalam membangun kerja sama sertifikasi lintas negara sekaligus mendukung perdagangan internasional yang berlandaskan standar mutu.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan SUCOFINDO dalam 2026 China Quality Certification Centre (CQC) Conference on High-Quality Development of Cross-Border Cooperation yang digelar di Shanghai, Tiongkok, 16 Agustus 2026.

Forum bertema “Uniting Through Certification, Quality Connecting the World” itu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari sektor sertifikasi, akreditasi, regulator hingga pelaku industri dari sejumlah negara. Pertemuan tersebut menjadi ruang strategis untuk memperluas kolaborasi internasional dan mendorong terciptanya kerja sama berbasis standar mutu yang berkelanjutan.

Direktur Utama PT SUCOFINDO (Persero), Sandry Pasambuna, dalam forum tersebut memaparkan kapasitas perusahaan sebagai salah satu pelopor layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC) di Indonesia yang telah beroperasi sejak 1956.

Saat ini, SUCOFINDO merupakan bagian dari Danantara Indonesia dan holding IDSurvey. Dengan pengalaman panjang tersebut, perusahaan terus memperluas layanan TIC untuk mendukung berbagai kebutuhan industri di dalam maupun luar negeri.

“Kolaborasi berbasis sertifikasi dan standar mutu merupakan fondasi penting dalam memperkuat perdagangan internasional yang transparan, aman, dan berkelanjutan. SUCOFINDO siap menjadi mitra terpercaya bagi pelaku usaha global dalam memastikan kepatuhan terhadap regulasi serta memfasilitasi akses pasar Indonesia,” ujar Sandry.

Miliki Jaringan Layanan di Berbagai Daerah

Baca Juga :  Bahlil Kirim 1.000 Genset dan 3.000 Kompor Gas untuk Korban Banjir Aceh

Sandry menjelaskan, kekuatan SUCOFINDO salah satunya ditopang oleh jaringan operasional yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Perusahaan memiliki 29 cabang, 38 unit pelayanan, 19 site operasional, lima kantor pemasaran, serta 68 laboratorium pengujian. Infrastruktur tersebut memungkinkan SUCOFINDO menyediakan layanan pengujian, inspeksi, sertifikasi, konsultansi, hingga pelatihan.

Layanan tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari manufaktur, energi, minyak dan gas, pertambangan, maritim, pertanian, logistik, pemerintahan hingga sektor keuangan.

Ekosistem layanan SUCOFINDO sendiri bertumpu pada lima pilar utama, yakni Testing, Inspection, Certification, Consultancy, dan Training. Kelima layanan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memberikan solusi menyeluruh bagi kebutuhan industri.

Dalam bidang sertifikasi, melalui SUCOFINDO International Certification Services (SICS), perusahaan juga membantu produsen internasional yang hendak memasuki pasar Indonesia.

Hingga saat ini, SUCOFINDO telah menerbitkan lebih dari 1.000 Sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Dari jumlah tersebut, lebih dari 350 sertifikat diberikan kepada produsen luar negeri.

Tiongkok menjadi salah satu negara dengan jumlah sertifikasi yang cukup besar. Kondisi ini sekaligus menunjukkan pentingnya peran lembaga sertifikasi dalam membantu produk dari luar negeri memenuhi ketentuan standar yang berlaku di Indonesia.

Dorong Digitalisasi dan Teknologi Berkelanjutan

Selain sertifikasi, SUCOFINDO terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi digital dan prinsip keberlanjutan.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah SPARING, sistem pemantauan kualitas air limbah berbasis Internet of Things (IoT). Sistem tersebut memungkinkan data kualitas air limbah dikirim secara real-time ke pusat data Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Baca Juga :  Pertamina Hulu Rokan dan SUCOFINDO Perkuat Kinerja Berkelanjutan lewat Sertifikasi Sistem Manajemen Terintegrasi

SUCOFINDO juga mengembangkan berbagai solusi berbasis IoT dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu meningkatkan efisiensi operasional industri.

Di sisi lain, perusahaan turut menyediakan layanan halal yang mencakup sertifikasi produk halal, sistem manajemen halal, serta pelatihan bagi industri halal.

Menurut Sandry, keikutsertaan SUCOFINDO dalam CQC Conference 2026 bukan sekadar menjadi ajang memperkenalkan kemampuan perusahaan, tetapi juga bagian dari strategi memperluas jejaring bisnis dan memperkuat posisi kompetensi TIC Indonesia di tingkat internasional.

“Keikutsertaan kami dalam forum CQC 2026 ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperluas jejaring internasional, memperkuat pengakuan global terhadap kompetensi TIC Indonesia, serta mendukung pencapaian visi SUCOFINDO menjadi salah satu perusahaan Top 20 TIC Global,” kata Sandry.

Ia menambahkan, kolaborasi antarnegara, inovasi teknologi dan peningkatan kualitas layanan menjadi faktor penting dalam menciptakan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus memperkuat daya saing industri Indonesia di pasar global.

Dengan jaringan nasional dan pengalaman yang dimiliki, SUCOFINDO berharap dapat terus mengambil peran dalam membangun ekosistem perdagangan yang mengedepankan kepastian standar, kepatuhan regulasi, kualitas produk, serta keberlanjutan. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *