PALEMBANG, viralsumsel.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus memperkuat komitmennya dalam memastikan anak-anak mendapatkan lingkungan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang mereka.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran Taman Anak Sejahtera (TAS) “Wong Kito” dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026.
Kehadiran fasilitas tersebut mendapat sambutan positif dari Bunda Literasi Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa. Menurutnya, TAS “Wong Kito” menjadi salah satu bentuk konkret kolaborasi pemerintah bersama berbagai pihak untuk memperkuat layanan pengasuhan dan perlindungan anak.
Dewi menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia, khususnya Sentra “Budi Perkasa” Palembang, atas dukungan dalam menghadirkan TAS “Wong Kito” di Kota Palembang.
Ia menilai fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam membantu memenuhi kebutuhan anak, mulai dari aspek pengasuhan, perawatan, perlindungan hingga stimulasi tumbuh kembang.
“Keberadaan Taman Anak Sejahtera ini menjadi langkah positif untuk menghadirkan ruang yang aman dan nyaman bagi anak. Di sisi lain, fasilitas ini juga dapat membantu keluarga dalam memberikan pengasuhan yang baik,” ujar Dewi.
Menurutnya, kebutuhan terhadap lingkungan yang ramah anak semakin penting di tengah berbagai kesibukan dan aktivitas orang tua. Karena itu, dukungan terhadap sistem pengasuhan tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat.
Anak Harus Mendapat Perlindungan dan Kesempatan Berkembang
Momentum Hari Anak Nasional 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dinilai menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap anak tidak cukup diwujudkan melalui kasih sayang semata.
Anak juga membutuhkan perlindungan, pemenuhan hak, pendidikan, stimulasi yang sesuai, serta lingkungan sosial yang dapat mendukung perkembangan mereka secara optimal.
Dewi mengatakan anak merupakan aset penting bagi masa depan Kota Palembang dan Indonesia. Karena itu, pembangunan kualitas sumber daya manusia harus dimulai sejak usia dini.
Berdasarkan data BPS Kota Palembang, pada tahun ajaran 2024/2025 terdapat 977 sekolah, lebih dari 362 ribu peserta didik, dan sekitar 21 ribu guru di Kota Palembang.
Jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi generasi muda yang dimiliki Palembang. Namun, pada saat yang sama, angka tersebut juga menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan, perlindungan, pengasuhan, dan lingkungan yang mendukung.
“Anak-anak adalah bagian penting dari masa depan. Karena itu, kita perlu memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, mendapatkan pendidikan yang baik, serta memiliki ruang untuk mengembangkan potensi,” katanya.
Fokus pada Anak Usia Dini
TAS “Wong Kito” memberikan perhatian khusus kepada anak usia dini, terutama kelompok usia 3 hingga 4 tahun. Fase tersebut merupakan salah satu periode penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pada usia dini, kemampuan dasar anak berkembang secara cepat. Pola pengasuhan, stimulasi, interaksi sosial, serta lingkungan yang diberikan akan turut membentuk karakter dan kemampuan anak pada tahap berikutnya.
Karena itu, Dewi mendorong agar TAS “Wong Kito” tidak hanya dipandang sebagai tempat pengasuhan, tetapi juga sebagai ruang yang mampu memberikan stimulasi positif bagi anak.
Anak dapat belajar, bermain, berinteraksi, serta mengenali berbagai hal di lingkungan yang aman dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka.
Menurut Dewi, keberhasilan program tersebut juga sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari TP PKK, Bunda PAUD, pendamping dan pengasuh, pemerintah, keluarga, masyarakat hingga lingkungan pendidikan memiliki peran yang saling berkaitan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem perlindungan anak di Kota Palembang.
Dorong Kolaborasi Berkelanjutan
Dewi berharap TAS “Wong Kito” dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat bagi anak-anak maupun keluarga.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun lingkungan yang semakin ramah terhadap anak, sekaligus mendukung orang tua dalam menjalankan fungsi pengasuhan.
“Yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak terus bersinergi agar anak-anak mendapatkan haknya, merasa aman, dan memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh serta berkembang,” ujarnya.
Peluncuran TAS “Wong Kito” pun menjadi bagian dari semangat peringatan Hari Anak Nasional 2026. Momentum tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat mengenai pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak anak.
Dengan dukungan pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, Kota Palembang diharapkan mampu terus membangun lingkungan yang berpihak kepada anak.
Pada akhirnya, setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang, perlindungan, pendidikan, pendampingan, serta kesempatan yang setara untuk mengembangkan potensi.
Keberadaan TAS “Wong Kito” diharapkan menjadi salah satu pijakan dalam mewujudkan generasi Palembang yang sehat, percaya diri, berkarakter, berakhlak baik, dan siap menghadapi masa depan. (nto/ion)






