Inflasi Palembang Juli 2026 Terkendali di Angka 2,33 Persen, Lebih Rendah dari Sumsel dan Nasional

PALEMBANG, viralsumsel.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memastikan kondisi inflasi di Kota Palembang tetap berada pada level yang terkendali. Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang, inflasi tahunan atau Year on Year (YoY) pada Juli 2026 tercatat sebesar 2,33 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi Provinsi Sumatera Selatan yang mencapai 2,50 persen maupun inflasi nasional sebesar 2,88 persen.

Data tersebut disampaikan dalam kegiatan rilis resmi perkembangan inflasi dan sektor pariwisata Kota Palembang yang digelar di Ruang Pelayanan Statistik Terpadu (PST) BPS Kota Palembang. Kegiatan tersebut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, bersama jajaran BPS Kota Palembang.

Dalam keterangannya, Isnaini Madani mengatakan capaian inflasi tersebut menunjukkan kondisi ekonomi Kota Palembang masih stabil. Menurutnya, berbagai langkah pengendalian inflasi yang dilakukan Pemerintah Kota Palembang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan seluruh pemangku kepentingan telah berjalan efektif.

Baca Juga :  Ratu Dewa Perjuangkan Bantuan Perumahan, 1.500 Rumah Tak Layak Huni di Palembang Segera Direhabilitasi

“Inflasi Kota Palembang masih berada pada kategori aman dan sesuai dengan target pengendalian inflasi yang telah ditetapkan pemerintah. Ini menjadi indikator bahwa stabilitas harga kebutuhan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemkot Palembang akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh instansi terkait guna menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi faktor penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Berdasarkan data BPS Kota Palembang, terdapat sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang inflasi selama Juli 2026. Di antaranya adalah bahan bakar minyak (BBM), nasi beserta lauk pauk, timun, ketupat, sawi, serta beras.

Sementara itu, beberapa komoditas justru memberikan andil terhadap deflasi atau penurunan tingkat harga, yakni emas perhiasan, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, tomat, dan ikan patin.

Baca Juga :  Ratu Dewa Serahkan Bantuan untuk 25 Bank Sampah Aktif di Palembang

Pemkot Palembang berharap tren inflasi yang masih berada dalam rentang ideal tersebut dapat terus dipertahankan melalui penguatan koordinasi antarinstansi, pengawasan distribusi barang, serta upaya menjaga kelancaran pasokan kebutuhan masyarakat.

Selain memaparkan perkembangan inflasi, BPS Kota Palembang juga merilis perkembangan sektor pariwisata sebagai salah satu indikator penting dalam mengukur aktivitas ekonomi daerah.

Data tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Palembang dalam merumuskan berbagai kebijakan strategis guna meningkatkan kunjungan wisatawan, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, serta memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah.

Pemkot Palembang optimistis, dengan inflasi yang tetap terkendali dan sektor pariwisata yang terus bergerak positif, kondisi ekonomi daerah akan semakin kuat sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *