Toni Sucipto Bawa Pengalaman Timnas ke Sumsel United, Siap Jalani Tantangan Baru sebagai Asisten Pelatih

PALEMBANG, viralsumsel.com – Pengalaman panjang sebagai pesepak bola profesional menjadi modal penting bagi Toni Sucipto ketika memasuki babak baru dalam kariernya.

Setelah bertahun-tahun menjalani perjalanan sebagai pemain, mantan pemain Timnas Indonesia tersebut kini bersiap menjalankan tugas sebagai asisten pelatih Sumsel United untuk menghadapi kompetisi Championship 2026/27.

Peralihan dari lapangan ke bangku kepelatihan membuat Toni menghadapi tantangan yang berbeda. Jika saat masih bermain ia lebih banyak menjalankan instruksi pelatih dan berfokus terhadap perannya di lapangan, kini tanggung jawabnya justru bertambah karena harus membantu memastikan pemain mampu menerjemahkan strategi tim secara maksimal.

Toni mengakui, pengalaman selama menjadi pemain memberikan pemahaman tersendiri mengenai karakter dan kebutuhan seorang pesepak bola. Namun, menurutnya, menjadi bagian dari staf kepelatihan membutuhkan cara berpikir yang lebih luas.

“Sebagai pemain ada 10 rekan lain di lapangan yang harus kita satukan. Sebagai pelatih tantangannya sebenarnya masih sama, tetapi perannya sekarang berada di pinggir lapangan. Saat menjadi pemain mungkin sedikit lebih mudah karena kita tinggal mengikuti instruksi pelatih. Sebagai staf pelatih, kita harus memikirkan bagaimana pemain bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya,” ujar Toni.

Rahmad Darmawan Jadi Salah Satu Panutan

Dalam proses beradaptasi dengan dunia kepelatihan, Toni menyebut sosok Rahmad Darmawan sebagai salah satu pelatih yang memberikan pengaruh besar terhadap cara pandangnya.

Menurut Toni, pengalaman bekerja bersama Rahmad Darmawan memberikan pelajaran bahwa ketegasan seorang pelatih tetap dapat berjalan beriringan dengan pendekatan kekeluargaan.

Ia menilai kemampuan membangun suasana nyaman di dalam tim menjadi salah satu aspek penting yang perlu dimiliki seorang pelatih. Sebab, hubungan yang baik antara staf kepelatihan dan pemain dapat membantu menciptakan lingkungan latihan yang lebih positif.

Baca Juga :  Bukan Main! Jersey Sumsel United Simbol Semangat, Profesionalisme, dan Antusiasme

“Meskipun beliau memiliki latar belakang militer dan dikenal tegas, Coach RD mampu mengayomi pemain. Dari situ bisa tercipta suasana kekeluargaan sehingga pemain merasa nyaman saat berlatih maupun bertanding,” tuturnya.

Pengalaman Toni sebagai pemain yang mampu menjalankan sejumlah posisi juga menjadi bekal tambahan. Pemahaman mengenai berbagai karakter permainan tersebut diyakini dapat membantunya ketika memberikan masukan kepada pemain.

Di sisi lain, Toni juga memiliki sejumlah pelatih yang menjadi inspirasi. Ia mengagumi beberapa nama besar seperti Xabi Alonso dan Cesc Fabregas. Namun, ketika berbicara mengenai pelatih terbaik menurut pandangannya, nama Sir Alex Ferguson tetap menjadi pilihan utama.

Tidak Kesulitan Beradaptasi di Sumsel United

Bergabung dengan Sumsel United juga membuat Toni tidak sepenuhnya berada di lingkungan yang asing. Ia telah memiliki hubungan dengan beberapa anggota tim kepelatihan Laskar Juaro.

Toni pernah bermain bersama Nasuha di level klub. Sementara dengan Mahyadi Panggabean, ia memiliki pengalaman ketika sama-sama memperkuat Timnas Indonesia.

Kedekatan tersebut membuat proses adaptasi di dalam tim diyakini berjalan lebih mudah. Meski demikian, Toni menegaskan bahwa hubungan personal tidak akan mengurangi profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Di Sumsel United saya bersama Coach Nasuha kebetulan pernah bermain bersama di klub. Dengan Coach Mahyadi Panggabean juga pernah sama-sama di tim nasional. Jadi saya pikir proses adaptasinya tidak terlalu menjadi masalah. Kami semua tertantang untuk memberikan yang terbaik bagi tim musim ini,” tegasnya.

Sumsel United sendiri akan menjalani persaingan Championship 2026/27 dengan target dan tantangan yang tidak ringan. Kehadiran Toni di jajaran staf kepelatihan diharapkan dapat memberikan perspektif tambahan, khususnya dari sudut pandang mantan pemain yang pernah merasakan atmosfer kompetisi profesional dan tim nasional.

Baca Juga :  Hadapi Putaran Ketiga, Lee Yu Jun Minta Sumsel United Sapu Bersih Laga Kandang

Mulai Serius Menekuni Kepelatihan Sejak 2020

Perjalanan Toni menuju dunia kepelatihan sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Ia mengaku mulai mengikuti kursus kepelatihan pada 2020 dan terus berupaya meningkatkan pengetahuan serta kemampuannya.

Pengalaman di Persija juga turut menjadi bagian dari proses tersebut. Pada periode akhir karier bermainnya, Toni mendapat kesempatan menjadi mentor bagi para pemain muda.

Menurutnya, tugas seorang pelatih tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kemampuan teknis pemain. Ada aspek lain seperti pemahaman permainan, mentalitas, kedisiplinan, komunikasi, hingga kemampuan mengambil keputusan yang harus dibangun secara bersamaan.

“Di Persija, pada musim-musim terakhir saya juga mendapat kesempatan menjadi mentor bagi pemain-pemain muda. Dalam sepak bola, yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan atau skill, tetapi juga banyak aspek lainnya,” kata Toni.

Kini, Toni telah mengantongi lisensi kepelatihan B AFC. Modal tersebut menjadi bagian dari persiapannya untuk terus berkembang dan membangun karier di dunia kepelatihan.

Debut sebagai asisten pelatih Sumsel United pun menjadi kesempatan penting bagi Toni untuk menerapkan pengalaman yang selama ini diperolehnya sebagai pemain ke dalam pekerjaan baru di luar lapangan.

Dengan pengalaman sebagai pemain Timnas Indonesia, pemahaman terhadap berbagai posisi, serta proses pendidikan kepelatihan yang telah dijalani, Toni diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi Laskar Juaro dalam menghadapi Championship 2026/27.

Bagi Toni, perjalanan baru ini bukan sekadar perubahan posisi dari pemain menjadi pelatih. Lebih dari itu, ia ingin terus belajar dan membantu pemain berkembang agar mampu memberikan performa terbaik bagi Sumsel United. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *