Tumbuh di Tengah Persaingan Ketat, WOM Finance Salurkan Pembiayaan Rp5,94 Triliun Sepanjang 2025

PALEMBANG, viralsumsel.com— PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) mencatat pertumbuhan bisnis yang solid sepanjang 2025 di tengah tekanan ekonomi dan persaingan industri pembiayaan yang semakin ketat. Perseroan membukukan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp5,94 triliun atau tumbuh 9,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Senin (30/3) di Jakarta.

Direktur WOM Finance Cincin Lisa Hadi mengatakan, pertumbuhan penyaluran pembiayaan turut mendorong kenaikan total aset dan ekuitas perusahaan hingga akhir 2025.

“Hingga 31 Desember 2025, total aset Perseroan meningkat 6,08 persen menjadi Rp7,37 triliun, sedangkan ekuitas naik 4,81 persen menjadi Rp1,98 triliun,” ujarnya.

Dari sisi profitabilitas, WOM Finance membukukan laba bersih sebesar Rp142,55 miliar. Kinerja tersebut tercermin dari rasio return on asset (ROA) sebesar 2,41 persen dan return on equity (ROE) sebesar 7,45 persen.

Di tengah ketatnya kompetisi industri multifinance, kualitas pembiayaan perseroan juga tetap terjaga. Hal ini terlihat dari rasio non-performing financing (NPF) gross sebesar 2,17 persen dan NPF net 0,95 persen.

Baca Juga :  Banyuasin Tertinggi Setelah Palembang, Begini Sebaran Konfirmasi Positif Covid-19 di Sumsel

Manajemen menilai angka tersebut menunjukkan penerapan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang konsisten di tengah dinamika bisnis pembiayaan nasional.

Selain pertumbuhan bisnis, langkah WOM Finance dalam memperkuat struktur pendanaan juga menjadi sorotan utama dalam agenda rapat pemegang saham tahun ini.

Sepanjang 2025, perusahaan telah menerbitkan obligasi senilai Rp1,5 triliun melalui skema Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2025. Tidak hanya itu, perseroan juga memperoleh tambahan fasilitas kredit dari perbankan sebesar Rp1,65 triliun.

Langkah penguatan likuiditas ini berlanjut pada RUPSLB 2026, di mana pemegang saham memberikan persetujuan atas rencana pengalihan hak atau penjaminan sebagian besar hingga seluruh piutang milik perseroan.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai strategi korporasi untuk menjaga ruang pendanaan tetap longgar sekaligus mendukung ekspansi bisnis pembiayaan pada tahun berjalan.

Presiden Direktur WOM Finance Djaja Suryanto Sutandar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan atas dukungan selama 2025.

Baca Juga :  Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan

Menurut dia, capaian kinerja tersebut menjadi bukti ketahanan bisnis WOM Finance di tengah tantangan ekonomi dan persaingan industri yang masih tinggi.

“Di tengah kondisi ekonomi dan persaingan bisnis yang cukup menantang, Perseroan berhasil membukukan kinerja yang solid dan secara konsisten membagikan dividen kepada seluruh pemegang saham,” katanya.

Selain membahas laporan tahunan dan penggunaan laba bersih, RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan untuk tahun buku 2026.

Pemegang saham menetapkan Steffano Ridwan sebagai Presiden Komisaris, sementara jajaran direksi diisi oleh Cincin Lisa Hadi, Hendrik Progo, dan Paulus Cholot Janala.

Pada saat yang sama, RUPSLB juga menyetujui perubahan sejumlah ketentuan dalam anggaran dasar, termasuk penyesuaian terhadap Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.

Dengan strategi penguatan modal, fleksibilitas pendanaan, serta kualitas pembiayaan yang masih terjaga, WOM Finance menatap 2026 dengan fokus pada ekspansi bisnis yang lebih agresif di tengah peluang pertumbuhan industri multifinance.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *