Ultimatum Syuriah Mengguncang PBNU: Gus Yahya Diberi Tenggat 3 Hari untuk Mundur

Foto dok TVNU

viralsumsel.com, JAKARTA – Ketenangan PBNU pecah seketika. Risalah Rapat Harian Syuriah PBNU yang beredar luas langsung memicu guncangan besar di pusat organisasi.

Dalam dokumen itu, tercantum keputusan paling keras meminta Ketua PBNU Gus Yahya mundur hanya dalam tiga hari atau dicopot langsung.

Rapat yang digelar Kamis (20/11) di Hotel Aston City Jakarta itu tidak berlangsung dalam suasana biasa. Dipimpin Rais Aam KH Miftachul Akhyar, forum yang dihadiri 37 pengurus Syuriah itu mengeluarkan ultimatum tegas yang menyorot langsung arah kepemimpinan PBNU.

“KH Yahya Cholil Staquf harus mengundurkan diri dalam waktu tiga hari…” demikian poin yang kini menciptakan gelombang besar di internal NU. Jika tak digubris, Syuriah siap mengambil langkah ekstrem memberhentikan sang ketua umum.

Baca Juga :  PBNU Copot Gus Yahya, Kendali Organisasi Beralih ke Rais Aam

AKN NU Jadi Titik Pecah: Sorotan Zionisme dan Cidera Marwah Organisasi

Poin utama dalam risalah adalah kritik terhadap gelaran Akademi Kepemimpinan Nasional NU (AKN NU). Syuriah menilai, menghadirkan narasumber yang dikaitkan dengan jaringan Zionisme Internasional bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan pelanggaran nilai dasar PBNU.

Bahkan dalam dokumen itu disebut jelas tindakan tersebut dianggap mencemarkan nama baik NU terutama di tengah gelombang kecaman dunia terhadap agresi Israel.

Selain itu, Tata kelola keuangan PBNU juga dipersoalkan. Dalam risalah dikatakan terdapat indikasi pelanggaran aturan hukum, syariat, serta ketentuan organisasi. Kombinasi dua isu besar ini membuat Syuriah menarik rem darurat.

Gus Ipul Coba Meredam, Tapi Suasana Sudah Sangat Panas

Baca Juga :  Pemkot Prabumulih Luncurkan Program Makanan Bergizi di SMPN 3, Dukung Asta Cita Presiden

Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mencoba menurunkan tensi. Ia menegaskan apa yang terjadi adalah dinamika organisasi, bukan konflik yang harus diledakkan lebih jauh.

“Saya minta semua tetap tenang dan tidak memperbesar kesalahpahaman,” ujarnya. (mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *