PRABUMULIH, viralsumsel.com – Pemerintah Kota Prabumulih terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program sosial kemasyarakatan. Hal ini terlihat dari kehadiran Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril, S.Kom., M.M., yang mewakili Wali Kota dalam kegiatan peletakan batu pertama program bedah rumah serentak jajaran Polres di lingkungan Polda Sumatera Selatan, dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman salah satu penerima bantuan, Muhammad Soleh, yang beralamat di Jalan Sungai Gambir IV, Kelurahan Gunung Ibul Utara, Kecamatan Prabumulih Timur. Program bedah rumah ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam meningkatkan kualitas tempat tinggal yang layak huni.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Prabumulih menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polri yang dinilai tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Program seperti ini sangat membantu masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan hunian layak. Ini menjadi bukti nyata sinergi antara Polri dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Prabumulih Kompol Cindi Helyadi, perwakilan Kejaksaan Negeri melalui Kasi Intel, perwakilan Pengadilan Negeri, pihak Pertamina Hulu Rokan Zona 4 yang diwakili Senior Manager, perwakilan Dandim Muara Enim, Camat Prabumulih Timur, Lurah Gunung Ibul Utara, serta tokoh masyarakat setempat.
Acara berlangsung dengan penuh kebersamaan dan antusiasme warga. Peletakan batu pertama menjadi simbol dimulainya pembangunan rumah yang diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penerima bantuan.
Program bedah rumah ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya berfokus pada seremoni, tetapi juga diisi dengan aksi nyata untuk membantu masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat langsung dari program-program sosial, sekaligus mempererat hubungan antara aparat, pemerintah, dan masyarakat. (mas)






