Warga Sarang Elang Mengeluh Gatal-Gatal, DPRD Ogan Ilir Soroti Dugaan Air Tercemar TPA

OGAN ILIR, viralsumsel.com – Keluhan warga Desa Sarang Elang terkait dugaan krisis air bersih akhirnya menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Ogan Ilir. Dalam Sidang Paripurna pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun 2025, persoalan kualitas air yang diduga tercemar menjadi sorotan utama legislatif.

Warga disebut mengalami gangguan kesehatan setelah menggunakan air untuk kebutuhan sehari-hari. Keluhan paling banyak adalah iritasi kulit dan rasa gatal-gatal usai mandi.

DPRD Ungkap Keluhan Warga

Anggota DPRD Ogan Ilir dari Fraksi Demokrat, Anjas Bagaskara, menyampaikan kondisi masyarakat yang dinilainya sudah memprihatinkan. Menurutnya, air yang dipakai warga tidak lagi layak digunakan. Bahkan, sebagian masyarakat mengaku mengalami gangguan kulit setelah mandi menggunakan air tersebut.

“Bahkan untuk mandi saja rasanya sudah tidak layak, dan banyak warga mengalami gatal-gatal setelah menggunakannya,” ungkap Anjas saat menyampaikan pandangan dalam sidang paripurna, Rabu (22/4/2026).

Diduga Terkait Rembesan Limbah TPA

Persoalan ini diduga berkaitan dengan rembesan limbah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang lokasinya berdekatan dengan kawasan permukiman warga.

Baca Juga :  Tolak Sistem Pemilu Coblos Lambang Partai, Kader Demokrat ini Daftar Ke MK

DPRD menilai persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut hak dasar masyarakat untuk mendapatkan akses air bersih serta lingkungan hidup yang sehat. Legislatif mendesak pemerintah daerah segera turun tangan agar kondisi warga tidak semakin memburuk.

DPRD Juga Soroti Keselamatan Jalan

Selain masalah air bersih, DPRD Ogan Ilir juga menyoroti persoalan keselamatan pengguna jalan di sejumlah wilayah. Dalam sidang itu, Anjas Bagaskara mengangkat masalah rimbunnya semak liar di bahu jalan atau yang dikenal warga sebagai “tebas bayang”.

Menurutnya, semak yang menutupi pandangan pengendara dapat memicu kecelakaan lalu lintas, terutama saat hujan deras atau cuaca buruk. “Kalau dibiarkan terus, ini bisa membahayakan pengguna jalan karena jarak pandang sangat terbatas,” tegasnya.

Bupati Siapkan Langkah Cepat

Menanggapi berbagai sorotan tersebut, Panca Wijaya Akbar menyatakan siap menindaklanjuti seluruh masukan DPRD. Untuk persoalan semak liar, pemerintah daerah akan mengaktifkan kembali budaya gotong royong bersama kepala desa dan camat.

Baca Juga :  TEGAS, Demokrat Sumsel Tolak KLB Inkonstitusional 

“Saya akan meminta Sekda menginstruksikan para kades bersama warga melakukan tebas bayang di desanya masing-masing,” ujar Panca.

Sementara terkait dugaan pencemaran air di Sarang Elang, pemerintah daerah akan menurunkan tim dari Dinas Lingkungan Hidup guna melakukan pengecekan langsung. Tim teknis akan mengambil sampel air untuk diuji di laboratorium guna mengetahui tingkat pencemaran dan sumber masalahnya.

Warga Menunggu Solusi Nyata

DPRD berharap persoalan ini tidak berhenti di ruang sidang, tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan.

Kini masyarakat Desa Sarang Elang menunggu langkah konkret pemerintah untuk memulihkan kualitas air bersih dan memastikan lingkungan tempat tinggal mereka tetap aman serta sehat. (ken)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *