Patrick Vieira Resmi Jadi Pelatih Baru Senegal, Bidik Piala Afrika 2027 dan Piala Dunia 2030

DAKAR, viralsumsel.com – Tim nasional Senegal resmi menunjuk mantan pemain internasional Prancis, Patrick Vieira, sebagai pelatih kepala baru Lions of Teranga. Penunjukan tersebut dilakukan setelah Senegal mengakhiri kiprah mereka di Piala Dunia FIFA 2026 pada babak 32 besar.

Federasi Sepak Bola Senegal mengumumkan bahwa Vieira akan mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Pape Thiaw. Pelatih kelahiran Dakar tersebut mendapatkan tugas besar untuk membawa Senegal kembali bersaing di level tertinggi sepak bola internasional.

“Patrick Vieira adalah pelatih baru tim nasional senior Senegal. Tanggal presentasi resmi dan tahapan selanjutnya terkait proses kepindahannya akan diumumkan kemudian,” demikian pernyataan Federasi Sepak Bola Senegal.

Vieira kini menghadapi target jangka pendek sekaligus jangka panjang. Tugas pertamanya adalah memastikan Senegal lolos ke Piala Afrika 2027. Setelah itu, fokus akan diarahkan untuk membangun tim yang mampu mengamankan tiket ke Piala Dunia 2030.

Punya Pengalaman sebagai Pemain dan Pelatih

Penunjukan Vieira bukan tanpa alasan. Sosok berusia 50 tahun itu memiliki pengalaman panjang di level internasional maupun klub.

Sebagai pemain, Vieira merupakan bagian dari generasi emas Prancis yang berhasil menjuarai Piala Dunia 1998 di kandang sendiri. Dua tahun kemudian, ia kembali merasakan kesuksesan bersama Les Bleus setelah Prancis memenangkan UEFA EURO 2000.

Vieira juga memiliki karier klub yang mentereng. Mantan gelandang tersebut pernah memperkuat sejumlah klub besar Eropa, termasuk Arsenal, Juventus dan Inter Milan, serta mengoleksi berbagai gelar sepanjang perjalanan kariernya.

Baca Juga :  Usai Dipecat PSSI, Alex Pastoor Sebut Target Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia Tidak Realistis

Di Piala Dunia 2006, Vieira kembali menjadi bagian penting dari skuad Prancis. Ia bahkan mencetak gol ketika Les Bleus mengalahkan Spanyol 3-1 pada babak 16 besar.

Namun, perjalanan Prancis di turnamen tersebut berakhir dengan kekecewaan. Les Bleus harus mengakui keunggulan Italia melalui drama adu penalti pada partai final.

Pengalaman Melatih di Eropa dan MLS

Setelah mengakhiri karier sebagai pemain, Vieira melanjutkan kiprahnya di dunia kepelatihan. Ia mengawali perjalanan sebagai pelatih kepala di New York City FC dan menghabiskan tiga tahun menangani klub Major League Soccer (MLS) tersebut.

Setelah itu, Vieira kembali ke Eropa dan menangani sejumlah klub. Ia pernah menjadi pelatih OGC Nice di Prancis, Crystal Palace di Inggris, RC Strasbourg, hingga Genoa yang menjadi klub terakhirnya sebelum menerima tawaran dari Senegal.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Vieira untuk menangani tim nasional yang memiliki ambisi besar di pentas internasional.

Senegal Ingin Bangkit Setelah Piala Dunia 2026

Vieira datang ketika Senegal sedang membutuhkan arah baru setelah perjalanan mereka di Piala Dunia FIFA 2026 berakhir secara dramatis.

Senegal berhasil melewati Grup I yang cukup berat dengan persaingan bersama Prancis dan Norwegia. Mereka kemudian sempat berada dalam posisi menguntungkan ketika menghadapi Belgia pada fase 32 besar.

Baca Juga :  Witsel Yakin Belgia Masih Punya Masa Depan Cerah, Generasi Baru Red Devils Mulai Bersinar

Lions of Teranga bahkan mampu unggul 2-0 hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir. Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan.

Belgia mampu mengejar ketertinggalan dan pertandingan akhirnya berlanjut ke babak tambahan. Senegal kemudian harus menerima kekalahan 3-2 melalui perpanjangan waktu.

Hasil tersebut membuat perjalanan Senegal di Piala Dunia 2026 terhenti sekaligus menjadi awal bagi federasi untuk melakukan perubahan di kursi kepelatihan.

Di bawah arahan Vieira, Senegal diharapkan mampu mempertahankan tren positif yang telah dibangun dalam beberapa tahun terakhir.

Saat ini Senegal berada di posisi ke-18 dalam Peringkat Dunia FIFA/Coca-Cola. Dengan materi pemain yang kompetitif dan pengalaman Vieira di level internasional, Lions of Teranga memiliki peluang untuk kembali menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Afrika.

Target terdekat adalah Piala Afrika 2027. Namun, pekerjaan Vieira tidak berhenti di sana. Pelatih kelahiran Dakar itu juga dituntut menyiapkan fondasi tim untuk menghadapi persaingan menuju Piala Dunia 2030.

Kombinasi pengalaman Vieira sebagai juara dunia, perjalanan panjangnya di klub-klub Eropa, serta kedekatannya dengan Senegal diharapkan menjadi kekuatan baru bagi Lions of Teranga dalam menghadapi era berikutnya. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *